Setelah Temui Pak Jokowi dan Wapres Gibran, Rismon Tantang Debat Roy Suryo

Published:

Ada perkembangan baru dari tersangka dugaan pencemaran nama baik Pak Jokowi, Rismon Hasiholan Sianipar. Setelah kemarin dia menemui mantan Presiden Joko Widodo, hari ini dia terlihat mendatangi kantor Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Rismon terpantau tiba di kantor Wapres pada pukul 09.57. Saat sejumlah wartawan bertanya terkait tujuannya, Rismon hanya menjawab singkat, mau silaturahmi. Setelah itu, Rismon langsung menemui Mas Gibran dan melakukan pertemuan tertutup.

Mas Gibran sendiri telah merespon positif upaya restoratif justice yang diajukan Rismon melalui pernyataan tertulis pada Kamis 12 Maret kemarin. “Bulan Ramadhan adalah bulan yang sangat baik untuk saling memaafkan dan kembali merajut tali persaudaraan,” ucap Gibran. Mas Gibran juga menghargai pernyataan dan sikap Rismon yang telah menyampaikan klarifikasi serta kesediaan meninjau kembali pernyataannya. Menurut Mas Gibran, langkah tersebut menunjukkan kedewasaan dalam berdemokrasi. Setelah pertemuan, kedua orang itupun terlihat berangkulan. Bahkan Mas Gibran terlihat memberikan parcel lebaran kepada Rismon.

Seperti sudah kita tahu bersama, Rismon saat ini sudah balik arah. Setelah setahun lebih dengan gencar dia menuduh ijazah Pak Jokowi palsu, belakangan dia mengoreksinya. Tuduhan itu dia tuangkan dalam buku *Jokowi’s White Paper* yang ditulis bersama dengan Roy Suryo dan Tifauziah Tiasuma atau dokter Tifa, dua orang yang selama ini bersekongkol menuduh ijazah Pak Jokowi palsu. Dalam buku itu Rismon menulis 400 halaman lebih dari 700 halaman yang ada di buku itu. Belakangan Rismon mengaku ada kekeliruan dari penelitian yang dituliskan sebelumnya di buku *Jokowi’s White Paper*.

Rismon menjelaskan kekeliruan dalam penelitiannya berkaitan dengan analisis watermark dan embos pada ijazah Jokowi. Setelah melakukan penelitian ulang dengan memasukkan variabel rotasi, translasi, serta pencahayaan objek, ia menemukan adanya watermark dan embos di ijazah Pak Jokowi. Pengujian ulang itu dilakukan menggunakan metode analisis gradien dan berbagai teknik digital forensik lainnya. Dari hasil penelitian terbaru tersebut, Rismon menyimpulkan ijazah Pak Jokowi asli. Dengan kata lain, temuan terbaru itu menyanggah kesimpulan yang sebelumnya ia tuliskan dalam buku *Jokowi’s White Paper*. Rismon juga menyebut bahwa kesalahan dalam penelitian merupakan bagian dari dinamika dunia akademik.

Dengan temuan terbarunya ini, Rismon mengaku siap mengambil risiko kalau dirinya dituduh pengkhianat. “Saya siap untuk dicaci, dimaki, dijadikan pengkhianat,” tegasnya. Yang terpenting baginya saat ini, dia telah menemukan kebenaran itu. Tak hanya menegaskan keaslian ijazah Pak Jokowi, Rismon bahkan menantang Roy Suryo untuk berdebat secara terbuka mengenai hasil penelitian terbarunya. “Saya undang Pak Roy Suryo, ayo kita secara terbuka undang wartawan, saya akan demonstrasikan metode saya untuk membuktikan ijazah Jokowi asli,” ucapnya.

Rismon juga menyampaikan agar Roy Suryo tidak hanya mencibir atas perubahan sikapnya. Menurutnya, jika Roy terus melakukan itu, publik justru berpotensi lebih percaya pada hasil penelitiannya. “Kalau hanya mencibir seperti itu, publik akan muak dan lebih percaya pada hasil penelitian saya,” ujarnya. Tak sebatas itu, Rismon juga menuding Roy Suryo dan Dokter Tifa mengada-ada ketika menyebut ijazah Jokowi palsu. Menurutnya, dua komponen yang selama ini dipermasalahkan yakni watermark dan emboss terbukti ada pada ijazah tersebut. “Nggak ada watermark pada ijazah Jokowi? Halo. Tidak ada emboss? Halo. Saya sudah lakukan kroscek dengan puluhan metode dan ada watermark dan emboss di ijazah Jokowi,” jelasnya.

Hmmm, ini rupanya kalau kebenaran sudah menemukan jalannya. Seorang penuduh justru berbalik menjadi pembela. Yuk, selalu kedepankan kejujuran dan sikap objektif!

Artikel Terkait

Terbaru

spot_img