Penampilan Jennifer Lopez (J.Lo) di Jeddah, Arab Saudi, dikecam terutama oleh netizen Indonesia. Penampilan penyanyi pop dunia itu dianggap menghina Islam dan nggak menghormati kota suci umat islam. Jadi, J.Lo manggung di Sirkuit Corniche Jeddah pada 19 April lalu. Acara itu bagian dari rangkaian acara Formula 1 Grand Prix Arab Saudi 2025. Sebelum manggung, J.Lo hadir dalam sesi latihan. J.Lo mengenakan catsuit merah muda yang ketat dan sepatu hak tinggi bergaya Barbie.
Di panggung, J.Lo ngebawain lagu-lagu yang hitz-nya, seperti “On the Floor”, “Let’s Get Loud”, “I’m Into You” dan “Ain’t Your Mama”. Saat manggung, J.Lo terlihat mengenakan beragam kostum yang di antaranya tampak ketat. Dalam panggung itu juga, tampil artis-artis dunia keren lain, seperti Usher, Major Lazer, Peggy Gou. Juga rapper Arab bernama Marwan Pablo dan Hisham Abbas. “Terima kasih @F1 Grand Prix Arab Saudi di Jeddah untuk malam yang tak terlupakan…sangat menyenangkan berada di sana bersama semua orang…!” tulis J.Lo di akun Instagram-nya pada 21 April lalu.
Penampilan J.Lo di Formula 1 Grand Prix itu dikecam netizen. Pangkal kecamannya karena J.Lo mengenakan pakain seksi di Jeddah. Jeddah itu kan kota transit buat umat Islam dari berbagai dunia sebelum mereka melaksanakan umrah atau haji. Jarak Jeddah-Mekkah, kota suci umat Islam, relatif dekat sekitar 80 km. “Konser pop dengan tarian dan baju terbuka deket Mekkah tuh nggak sopan banget,” tulis seorang netizen. “Arab Saudi tuh punya hak asuh atas tempat-tempat paling suci umat Islam, masa gini amat?” tulis yang lain. “Kenapa nggak sekalian aja di Riyadh? Jeddah tuh tempat miqat loh, tempat jamaah mau mulai umrah!” tulis lainnya.
Tapi, nggak sedikit netizen Indonesia yang menganggap sebaliknya. “Arab Saudi yang bikin konser musik, kenapa netijen yang bingung…,” tulis netizen. “Keren Arab Saudi banyak kemajuan…!!” tulis yang lain. “Kan itu acara F1 & saya di jeddah dan jauh dari mekkah… perasaan di jeddah org2nya santai aja,” komen yang lain. FYI, ini bukan kali pertama J.Lo bikin heboh di Saudi. Pada November tahun lalu, dia tampil di event fashion “1001 Seasons of Elie Saab” di Riyadh. Acara ini bagian dari festival besar Riyadh Season. Ketika itu J.Lo manggung pakai kostum bodysuit bling-bling super seksi ditemani dancer cowok. Yang kontroversial, di panggung terdapat struktur mirip Ka’bah. J.Lo tampak menari-nari di atasnya dan para dancer muterinnya kayak tawaf.
Kerajaan Saudi pasang badan soal penampilan J.Lo di Sirkuit Corniche Jeddah. Menurut Kerajaan Saudi, penampilan J.Lo dalam acara itu bagian strategi Saudi buat mendiversifikasi ekonomi melalui sektor hiburan dan pariwisata. Ini sejalan dengan dengan Visi 2030 yang digagas Putra Mahkota Mohammed bin Salman. Di bawah visi itu, Saudi membuka pintu seluas-luasnya buat penyelenggaran festival film, konser musik, dan pertandingan olahraga. Masalahnya, dalam event-event itu nggak terhindarkan mengundang pelaku seni dunia yang terbiasa tampil seksi. Ini jadinya kontras dengan citra Kerajaan Saudi sebagai ‘Khadimul Haramain Asy-Syarifain’. Yaitu, Pelayan Dua Masjid Suci, Masjidil Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi di Madinah.
Mungkin kritik di internal Saudi nggak berani disampaikan secara terbuka. Tapi kritik terbuka pernah disampaikan, misalnya, oleh Pimpinan MUI, KH Muhyiddin Junaidi, dan mantan pejabat penting Turki, Mehmet Gormez. Di satu sisi, tentu patut diapresiasi kecenderungan Saudi yang open-minded soal hiburan dan wisata. Tapi di sisi lain, Kerajaan Saudi perlu sensitif dengan event-event hiburan yang berpotensi kontroversial. Yuk, bersikap proporsional!


