Apakah bully bisa dibenarkan kalo korbannya adalah orang yang punya track record buruk? Menurut kami, sama sekali nggak bisa dibenarkan. Jadi, belakangan ini terungkap track record korban bullying di SMA Binus School Serpong, Tangerang. Arlo, begitu nama korban, kabarnya punya track record yang cukup buruk. Itu diungkap mantan pacarnya yang nggak diketahui namanya lewat akun @korbangengtai.
Mantan pacar Arlo itu cerita saat berpacaran, dia sering dirayu Arlo supaya bisa check in hotel. Dia juga ngaku Arlo sering membully temannya dengan memposting foto temennya yang mabok.
“Dia sering up di clubbing, mabok. Videoin temen2nya yang tepar,” katanya. Kebobrokan Arlo lainnya terungkap saat Arlo waktu beribadah di Mekah. Selama di Mekah, Arlo ngaku dia kangen mabok.
“Dia masih sempet2nya kangen mabok dengan background di mekkah/Madinah,” lanjutnya. Dia juga Arlo pernah ngambil uangnya sebesar 100 ribu rupiah. Buat yang nggak ngikutin kasusnya..
Arlo belakangan ini jadi sorotan. Dia adalah korban bullying dilakukan Geng T*i (GT), yang anggotanya mayoritas senior-seniornya di sekolah tersebut. Nah, Arlo pengen jadi bagian dari geng itu, tapi untuk itu dia harus ‘ditatar’ dulu. Arlo kemudian dianiaya yang menyebabkannya harus masuk rumah sakit. Gara-gara bullying itu, Arlo kabarnya mengalami trauma berat.
“Dia tidak mau keluar rumah,” kata Kepala Unit Pelaksanaan Teknis Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Tangerang Selatan, Tri Purwanto. Apa yang, katanya, disampaikan oleh mantan pacar Arlo itu baru info sepihak. Info harus diverifikasi dan divalidasi terlebih dahulu. Jangan langsung ditelan bulat-bulat. Tapi, andai info itu benar dan Arlo memang punya track record buruk. Itu nggak lantas membuat Arlo pantas untuk dibully.
Apa hak yang mereka punya sehingga bisa dibenarkan melakukan bullying? Justru itu malah akan membuat lingkaran kekerasan yang sulit diputus. Stop bullying!


