Mata Anak SD di Palembang Diduga Alami Kekerasan, Sekolah Bantah dan Kasus Masih Diselidiki

Published:

Dunia pendidikan kembali dihebohkan oleh kabar yang bikin miris. Seorang anak SD di Palembang alami pecah pembuluh darah dan lebam di area mata sehabis pulang dari sekolah. Kisah ini pertama kali diceritakan oleh seorang perempuan bernama Vira Sonia di akun Instagramnya pada 2 November. Kasus ini dialami oleh ART-nya, Bi Erna. Semua bermula saat Erna menjemput anaknya, Fatiyah, siswi SDN 150 Sungai Tenang, Gandus, Palembang, pada 27 Oktober 2025. Begitu tiba di sekolah, Erna kaget melihat kondisi anaknya yang berbeda. Kedua mata Fatiyah tampak merah dan ada lebam di bawahnya.

Erna langsung bertanya ke guru kelas, tapi guru itu menjawab singkat, “Bukan aku.” Guru lain bilang, “Tidak tahu.” Ada yang menduga itu akibat sering main handphone. Tapi menurut Erna, hal itu mustahil karena anaknya jarang memegang ponsel. Luka di sekitar mata justru tampak seperti akibat benturan benda tumpul. Saat Erna berniat melapor ke polisi, salah satu guru memperingatkan, “Jangan asal tuduh, nanti bisa dilaporin balik.” Ucapan itu membuat Erna takut, apalagi tak ada CCTV atau saksi yang tahu apa yang terjadi. Semua murid di kelas pun kompak bilang tidak tahu.

Akibatnya, Fatiyah jadi trauma. Tiap kali ditanya siapa yang memukul, ia hanya diam dan menangis. Keesokan harinya, Fatiyah dibawa ke rumah sakit. Hasil awal menunjukkan pembuluh darah di sekitar matanya pecah, diduga akibat benturan benda tumpul. Sampai awal November, matanya masih merah dan terasa sakit. Ibunya bilang setiap malam anaknya sering menangis kesakitan. Postingan Vira pun langsung viral, ditonton jutaan kali dan diserbu ribuan komentar. Banyak netizen mendoakan kesembuhan Fatiyah dan berharap keadilan ditegakkan. Bahkan ada yang menandai Denny Sumargo agar kasus ini makin mendapat perhatian publik. Saat ini, Fatiyah masih dirawat di RSUD Bari Palembang.

Sementara itu, pihak sekolah membantah keras adanya kekerasan. Kepala Sekolah Santi mengatakan mereka tidak pernah menerima laporan pemukulan. Ia menegaskan tidak ada guru atau murid yang melihat atau melakukan kekerasan. Sekolah juga mengklaim mata Fatiyah sudah merah sejak datang ke sekolah. Beberapa guru bahkan mengira kemerahannya hanya iritasi ringan. Guru yang disebut dalam unggahan itu membantah melakukan kekerasan. Ia mengatakan ucapannya “bukan aku” hanyalah reaksi spontan karena merasa dituduh. Ia juga menolak disebut mengancam, dan menegaskan hanya mengingatkan agar tidak menuduh tanpa bukti. Kepala Sekolah menegaskan pihaknya menunggu hasil visum resmi dari RSUD Bari. Mereka berharap publik tidak membuat kesimpulan terburu-buru yang bisa mencoreng nama sekolah.

Menanggapi viralnya unggahan, Vira Sonia akhirnya membuat klarifikasi. Ia menegaskan tidak bermaksud menuduh guru atau sekolah. Tujuannya hanya agar kasus ini mendapat perhatian dan bisa diusut secara resmi. Vira menjelaskan hasil pemeriksaan dokter belum keluar sepenuhnya karena masih ada tes lanjutan. Dokter bahkan meminta sampel dahak karena Fatiyah mengalami batuk terus-menerus. Paru-parunya dinyatakan sehat, tapi penyebab pasti pecahnya pembuluh darah belum diketahui. Bisa karena batuk berat, benturan, atau faktor lain. Vira mengingatkan agar publik tidak asal menuduh dan menunggu hasil medis resmi. Ia juga mengajak semua orang untuk mendukung keluarga korban, bukan menyebar fitnah atau menyerang sekolah.

Kasus ini pun jadi sorotan nasional dan bahan refleksi bersama. Saat seorang anak pulang dari sekolah dalam kondisi seperti itu, seharusnya semua pihak—terutama guru—turut mencari tahu penyebabnya. Guru memang tidak harus disalahkan, tapi kepedulian aktif bisa memperkuat kepercayaan antara sekolah dan orang tua. Di sisi lain, masyarakat dan netizen juga perlu menahan diri. Jangan menuduh tanpa dasar, jangan membangun opini liar, dan tunggu hasil medis yang valid. Karena kebenaran tidak lahir dari amarah atau asumsi, tapi dari ketenangan dan data yang jelas. Semoga Fatiyah segera pulih, dan kebenaran bisa ditemukan dengan adil!

Artikel Terkait

Terbaru

spot_img