Gara-gara mempromosikan film, Oki Setiana Dewi dihujat. Aktris sekaligus pendakwah ini baru aja ikut main di film 172 Days, yang sudah tayang sejak 23 November lalu. Film ini laku keras, jumlah penontonnya sudah melewati 3 juta penonton. Popularitas ini kayaknya turut terbantu oleh promosi yang dilakukan Oki. Di medsosnya, Oki bilang ini adalah sebuah film bagus berdasarkan kisah nyata Nadzira Shafa dengan suaminya Ameer Azzikra. Tapi karena mengajak umat Islam ramai-ramai menonton filmnya, Oki justru mendapat kecaman.
Gara-garanya film itu mempertontonkan kehidupan romantis rumah tangga. Di dalam film, ada adegan cium dan pelukan. Masalahnya, kata si pengkritik, pemain yang berperan di sana, Yasmin Safira Napper dan Bryan Domani, diketahui bukanlah pasangan suami istri alias bukan mahram. Salah satu kecaman datang dari sesama pendakwah asal Balikpapan lewat akun instagramnya @Muflihsafitraofficial.
“Saya kasihan sama umat dan generasi muda Islam yang tersesat karena mengikuti jalan Bu Oki,” tulis komentarnya di akun instagram Oki.
“Bu Oki juga yang akan berlipat dosanya ketika jutaan pasang mata melihat adegan-adegan mesra yang bukan mahram” lanjutnya.
Netizen akhirnya juga terbelah, ada yang pro tapi ada juga yang kontra dengan kritik terhadap Oki. Memang susah juga ya bikin film yang memuaskan semua pihak. Film 172 days itu sendiri tidak memuat adegan hubungan intim. Film ini bercerita tentang kisah romantis Nadzira dan Ameer yang menikah pada Juni 2021 setelah melewati proses taaruf. Namun pernikahan mereka berakhir hanya 172 hari setelah mereka resmi jadi suami istri. Ameer meninggal dunia pada 29 November 2021 karena pneumonia, infeksi saluran pernapasan akut yang menyerang paru-paru.
Masalahnya, dalam adegan kemesraan hubungan Nadzira dan Ameer di dalam pernikahan, kedua tokoh itu memang berpelukan dan berciuman. Melihat respons penonton semacam ini, rasanya kedepannya sutradara perlu lebih selektif deh. Kan bisa juga bikin film romantis tanpa adegan ciuman? Tapi yang penting kita dukung terus yuk kebangkitan film nasional!
Film Indonesia Keren dan Aman!


