Jakarta, PIS – Walikota Depok, Muhammad Idris, parah banget, Bestie PIS. Dia belum juga mengembalikan aktivitas belajar-mengajar di SDN 1 Pondok Cina. Padahal sejak awal tahun, sudah masuk masa aktif belajar-mengajar.
Orangtua murid dan relawan pun melawan tindakan zalim kader PKS itu. Mereka melakukan aksi demonstrasi di depan Gedung Sate sekaligus kantor Gubernur Jawa Barat. Mereka juga melayangkan gugatan administratif ke Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.
Isinya, mendesak gubernur untuk membatalkan rencana penggusuran SDN 1 Pondok Cina. Ini merupakan aksi lanjutan orangtua murid dan relawan. Sebelumnya, kuasa hukum orangtua murid, Francine Widjojo, melayangkan gugatan administratif ke Walikota Depok, Bestie PIS.
Isinya, pembatalan rencana alih fungsi SDN 1 Pondok Cina. Supaya ada kepastian hukum. Sehingga aktivitas belajar-mengajar akan berjalan seperti semula. Dengan begitu, tidak ada lagi guru maupun murid yang direlokasi dan di-merger di dua SDN lain.
Tapi gugatan itu diabaikan begitu saja Walikota Depok. Janji Walikota Depok untuk berkomunikasi dengan para orangtua murid tidak pernah dilakukan. Bagi Bestie PIS yang tidak mengikuti kasusnya…
Jadi, sebelumnya, Walikota Depok berencana mengalihfungsikan SDN 1 Pondok Cina menjadi masjid raya. Tapi, rencana itu ditolak orangtua murid. Soalnya, rencana itu tidak disiapkan secara matang.
Akibatnya, hak para murid untuk dapat pendidikan yang layak ditelantarkan. Karena kuatnya tekanan publik, Walikota Depok menyatakan menunda rencana itu. Karena tidak ada kepastian hukum, aktivitas belajar-mengajar di SDN 1 Pondok Cina belum berjalan seperti semula.
Mudah-mudahan Gubernur Jawa Barat mau mendengarkan dan mengabulkan isi gugatan para orangtua murid. SOLIDARITAS KITA UNTUK SDN 1 PONDOK CINA.


