Pakai Abaya, Banyak Siswi di Prancis Dipulangkan dari Sekolah

Published:

Kasihan deh siswi muslim yang pake abaya di Prancis. Mereka dihalangi masuk ke sekolah negeri cuma gara-gara pakaian. Yang nggak mau ganti, disuruh pulang. Jadi, sebelumnya muncul wacana yang kontroversial di Prancis. Siswi muslim yang pakai abaya dilarang masuk ke sekolah negeri. Larangan itu sempat nggak jadi karena muncul mendekati libur sekolah. Nah, saat ini, setelah masa liburan selesai, larangan itu mulai diberlakukan. Imbasnya, siswi muslim yang pakai abaya dihalangi masuk ke sekolah. Jumlahnya banyak, sampai 300 siswi.

Kabarnya, mayoritas siswi muslim setuju dengan aturan itu dan melepas abayanya. Tapi, ada 67 siswi yang menolak mengganti pakaiannya. Mereka disuruh pulang ke rumah masing-masing. Mereka juga dikasih surat yang ditujukan kepada keluarga mereka masing-masing. Salah satu poin surat itu adalah ‘sekularisme bukanlah sebuah kendala, itu adalah kebebasan’.

Sekularisme di Prancis emang agak lain. Sekularisme di Prancis membatasi atribut keagamaan di lembaga-lembaga publik, termasuk di sekolah negeri. Karena itu, atribut keagamaan yang dibatasi bukan cuma jilbab atau abaya, tapi juga salib berukuran besar dan kippa. Larangan penggunaan abaya bagi siswi muslim di sekolah negeri itu dikritik kelompok sayap kiri. Mereka menganggap itu adalah penghinaan terhadap kebebasan sipil.

Kalo dipikir-pikir, kasus pelarangan busana tertentu di Prancis sebenarnya juga terjadi di Indonesia. Kita tentu sering dengar berita bagaimana menderitanya siswi yang nggak pakai jilbab di sekolah negeri. Mereka dibully dan dikucilkan. Pelakunya bukan cuma siswa, tapi juga guru. Padahal, di sekolah negeri nggak ada kewajiban bagi siswi untuk pakai jilbab. Solidaritas kita untuk semua siswi yang ditindas kebebasannya!

Artikel Terkait

Terbaru

spot_img