Lagi heboh nih, ada terduga pelaku kekerasan seksual berinisial MDF yang diterima jadi mahasiswa baru di Universitas Indonesia (UI). Informasi ini diungkap seorang netizen di Twitter.
Netizen itu memposting sebuah screenshoot PDF hasil ujian seleksi masuk UI. Di postingannya itu dia nulis: “ Pelaku kekerasan seksual lolos UI dong, ini sempat viral tahun lalu, ada yang ngikutin kasusnya? Tag UI dong biar dikeluarin lagi,”. Merespon postingan itu netizen lainnya ngebales sambil tag akun resmi UI.
Nggak sedikit warganet yang minta UI buka suara atas informasi itu. Sebagian minta UI mengambil langkah tegas terhadap MDF. Pihak UI merespon kehebohan itu dan jelasin proses perekrutan di UI. Mereka bilang, kasus itu terjadi, karena data perekrutan hanya bersifat umum.
Itu juga dilakuin kampus lainnya, UI cuma mensyaratkan data diri yang terbatas pada peserta ujian seleksi. UI sendiri berkomitmen kalo ada peserta SIMAK yang lolos tapi bermasalah, UI bakal mengikuti prosedur dan regulasi yang berlaku.
Sebelumnya, MDF adalah terduga pelaku kasus kekerasan seksual di Fisipol Universitas Gajah Mada (UGM). Kasus tersebut pertama kali dilaporin ke Fisipol Crisis Center (FCC) pada Sabtu, 8 Oktober 2022. Ada lebih dari satu korban dugaan kasus kekerasan seksual yang dilakuin MDS di UGM.
Sampai saat ini, UGM masih membuka aduan kasus ini. Belum ada korban yang bisa dikonfirmasi, tapi pihak UGM udah mengumpulkan beberapa kasus yang terjadi. Menurut UGM, rata-rata kekerasan seksual itu dilakuin MDF di luar kampus.
Kalo dugaan ini terbukti benar, tindakan MDF ini harus dihukum seberat beratnya. Dan kasus ini harus diselesain secara hukum biar nggak menimbulkan kerugian bagi siapapun. Stop Kekerasan Seksual!



