Pemilik Akun TikTok ini Cerita Ada Ibu Berhijab Duduk di Sebelahnya di Dalam Gereja

Published:

Gimana menurut kamu kalau kamu melihat ada seorang perempuan berhijab yang masuk gereja dan khusyuk banget dengerin khotbah? Kamu pasti amaze kan. Begitu salah satu pemilik akun TikTok Hivinn ini. Dia membagikan kisah ini pada 23 Juni lalu. Jadi, ceritanya pemilik akun itu lagi ibadah di gereja. Bangku sebelahnya kosong. Tapi belakangan bangku itu diisi 2 ibu-ibu. Yang menarik, salah satunya berhijab. Pemilik akun itu sempet kaget kok bisa ada seorang ibu berhijab di dalem gereja.

Lalu saat ibadahnya dimulai, ibu berhijab ini sama sekali nggak main hape! Padahal bisa diasumsikan dia seorang Muslimah dan nggak paham tata ibadah umat Kristen. Tapi kerennya, ibu berhijab ini khusyuk mengikuti ibadah di dalam gereja. “Maksudnya ya waktu berdiri, dia diri, waktu duduk, dia duduk, kayak itu bukan tempat ibadahnya agamanya,” kata pemilik akun itu. “Tapi dia sangat menghargai bahkan si ibu nggak buka hape, menurutku itu sih yang paling penting,” lanjutnya. Just info, dalam beberapa ibadah umat Kristen, ketika jemaat menyanyikan lagu-lagu pujian syukur, pemimpin ibadah akan meminta jemaat untuk berdiri. Ibu berhijab itu pun mengikutinya.

Pemilik akun itu juga menambahkan alasan dia salut sama ibu berhijab. Menurutnya, sering banget jemaat yang suka main hape di dalam gereja. Ini bikin ibadah jadi nggak khusyuk dan khidmat. “Yang orang Kristen aja, yang anak-anak mudanya, nggak usah yang muda deh, yang tua aja kalo ibadah buka hape,” katanya. “Buka WA, buka Shopee, IG, Tiktok, ampe suaranya bocor tuh, nggak sekali dua kali”, katanya.

Pengalaman yang dibagikan pemilik akun ini menarik banget. Memang kejadian perempuan berhijab yang menghargai proses kebaktian di gereja itu bukan mustahil, tapi lumayan langka. Bukan karena dilarang keras, tapi karena ada sekat sosial dan kultural yang tebal antaragama, khususnya di Indonesia. Ketika sekat itu dilanggar, biasanya orang langsung mikir: “Ini nyasar?” atau “Mau pindah agama nih?” Bahkan nggak sedikit yang berkomentar negatif. Ini, misalnya, terlihat dari respons sebagian netizen ketika viral video penampilan marawis santriwati ketika peresmian Gereja Lawan Kidul, Muara Enim, Sumatera Selatan. Sebagian netizen menganggap itu sebagai toleransi yang kebablasan, mencampuradukkan akidah, dan lainnya.

Yang dilakukan santriwati NU hanya tampil di acara peresmian gereja. Apalagi kalau mereka diundang untuk melihat prosesi misa dan duduk di antara jemaat. Bisa kebayang kan sumpah serapah yang bakal mereka terima. Kembali ke kasus ibu berhijab dalam cerita pemilik akun tadi. Kita nggak tahu siapa ibu itu dan apa yang sebenarnya dia lakukan di dalam gereja. Apakah sekedar ingin melihat secara langsung prosesi kebaktian. Atau memang lagi mencari kedamaian dan makna di luar rumah ibadahnya.

Di internal umat Islam sendiri, pandangan soal boleh atau nggak boleh seorang Muslim masuk dan melihat kebaktian di rumah agama lain, debatable. Bagi kalangan konservatif, masuk rumah ibadah agama lain seperti gereja adalah haram. Apalagi kalau di dalam gereja itu mengikuti prosesi ibadah. Tapi ulama dan pemikir yang moderat, masuk ke rumah ibadah agama lain dibolehkan asal tujuannya bukan ikut beribadah. Tapi belajar, menghargai, atau mendukung secara sosial. Ulama dan pemikir yang moderat soal isu ini, misalnya, Gus Dur dan Habib Ali Al-Jufri.

Ibu berhijab di gereja itu menurut pandangan ini bukan soal ‘keliru masuk tempat’. Tapi mungkin dia udah sampai di tahap spiritualitas yang dewasa. Dia nggak lagi terjebak dalam pagar-pagar ‘boleh atau nggak boleh’. Tapi sudah melampaui: “Apa yang membuatku lebih dekat pada kasih, kedamaian, dan Tuhan. Apa pun nama-Nya?” Yuk, beragama dengan akal sehat!

Artikel Terkait

Terbaru

spot_img