Perempuan asal Papua satu ini keren banget! Dia baru aja selesain studi magisternya di Amerika Serikat. Tapi dia mutusin balik ke tanah air dan ingin mengabdi di kampung halamannya. Perempuan itu bernama Maria Jochu. Dia lahir dan tumbuh di Gurabesi, Jayapura Utara, Papua. Maria berasal dari keluarga yang keadaan ekonominya bisa dibilang pas-pasan.
Btw, ayahnya Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan ibunya seorang ibu rumah tangga. Maria adalah bungsu dari 8 bersaudara. Lulus SMA, Maria memutuskan untuk melanjutkan pendidikan yang disediakan secara gratis ke perguruan tinggi. Yaitu, pendidikan kepamongprajaan di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Papua. Nah setelah lulus, dia langsung mendapat pekerjaan di kantor pemerintahan sebagai staf dan sekretaris lurah. Tapi Maria nggak mudah puas. Semangatnya untuk belajar terus membara. Maria mengambil kredit pegawai sebagai modalnya untuk melanjutkan S2. Berbekal dengan kursus bahasa Inggris dan prestasinya, dia berhasil mendapatkan beasiswa.
Maria lolos dalam seleksi peserta yang dibiayai negara lewat Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Dia lalu memilih Marshall University, Amerika Serikat, dengan program Magister Human Resource. Maria berhasil mendapatkan gelar masternya sekitar 3 tahun. Banyak perusahaan dalam dan luar negeri yang memberikannya penawaran kerja dengan gaji yang fantastis. Tapi Maria menolak dan memutuskan untuk kembali ke kampung halamannya. Dia merasa ada banyak hal yang perlu diperbaiki di Papua.
Maria saat ini menjabat sebagai Lurah di Gurabesi, pesisisr Jayapura Utara. Dia juga menjabat sebagai Ketua Organisasi Mata Garuda Papua. Organisasi itu merupakan perkumpulan alumni LPDP yang membantu para anak-anak Papua lain yang berminat dengan beasiswa LPDP.
Maria keren banget ya. Berani belajar dan mengembangkan diri sampai ke luar negeri, tapi nggak terlena hidup di luar negeri. Dia justru pulang untuk membangun kampung halaman dengan bekal pendidikan, wawasan, dan jaringan yang didapat selama merantau. Demi kampung halaman dan Indonesia yang lebih baik lagi. Semoga makin banyak anak-anak muda Papua yang mengikuti langkah Maria ya.
Maria Jochu, kamu luar biasa!


