Kader-kader di PDI-Perjuangan lagi panas nih setelah dituduh terlibat dalam kasus judi online (judol). Tuduhan itu ramai setelah muncul rekaman suara yang diduga kuat adalah suara Menteri Koperasi dan UKM, Budi Arie Setiadi. Dalam cuplikan itu, si suara pria ini bilang ada yang nge-framing dia terlibat judol. Dan katanya, yang bikin framing justru PDIP dan Menko Polhukam, Budi Gunawan. Menurut pria ini, justru malah berkebalikan, Budi dan PDIP lah yang terlibat dalam kasus judi online. “Itu semua PDIP”, ucap pria yang diwawancarai wartawan dalam rekaman itu. Rekaman ini langsung beredar di media sosial dan langsung jadi konsumsi publik.
Gak lama setelah rekaman ini viral, Budi Arie langsung buka suara. Dia bantah keras isi rekaman itu. Katanya itu narasi jahat yang menyerang nama baiknya. Budi juga tegas bilang gak pernah terima fee dari situs judol, apalagi ikut bagi-bagi duit. “Itu omongan mereka saja, jual nama menteri supaya jualannya laku,” ucap Budi. Budi mengaku siap dibuktikan lewat jalur hukum. Dia nge-klaim kalau gak ada sama sekali aliran dana, gak ada komunikasi dan selama ini justru gencar memberantas situs judol. Tapi masalahnya, nama Budi emang muncul di dakwaan resmi kasus judol. Dalam dokumen itu, disebut ada pembagian duit dari situs: 50% buat Budi Arie, 30% ke Zulkarnaen, dan 20% ke Adhi Kismanto sebagai pegawai Kemenkominfo. Jadi meskipun dia ngebantah, nama dia udah masuk dokumen hukum.
Tapi balik lagi ke rekaman itu, pihak PDIP langsung ngamuk dan merasa tersinggung. Ketua DPP PDIP, Komarudin Watubun bilang, Budi Arie harus jantan, jangan main lempar tanggung jawab. Dia saranin agar fokus aja urusin masalahnya alias dakwaan yang tertuju pada Budi. Jadi gak perlu seret partai atau pejabat lain buat jadi kambing hitam. Komarudin juga bilang, PDIP gak kepikiran mau lapor hukum, tapi dia gak bisa jamin kalo kader-kader atau simpatisan gak bakal bawa ini ke jalur hukum. Ketua DPP PDIP, Puan Maharani juga ikut angkat suara. Dia berharap Budi Arie segera klarifikasi pernyataan dalam rekaman itu, biar gak jadi fitnah yang makin liar. Sejalan dengan Komarudin, Puan juga mempersilahkan kader PDIP yang mau laporin Budi ke polisi, karena itu hak mereka.
Dan ternyata emang bener, sejumlah kader PDIP langsung datengin Bareskrim Polri buat laporin Budi Arie atas dugaan fitnah dan pencemaran nama baik. Politikus PDIP, Deddy Sitorus juga ungkap kalau Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, ikut tersinggung sama isi rekaman itu. Sementara itu, Budi tetep berharap masyarakat gak gampang percaya sama rekaman yang belum tentu valid. Katanya, dia lebih fokus ke program koperasi desa yang lagi digarap pemerintah. “Kami fokus dan konsentrasi untuk mewujudkan keadilan ekonomi bagi rakyat,” tegasnya.
Tapi ya balik lagi, banyak masyarakat terlanjur tahu isi rekaman itu dan mungkin percaya. Beberapa pihak bilang, ini bisa jadi strategi politik. Ada juga yang curiga ini cuma manuver buat alihin isu. Yang jelas, drama ini belum kelar. PDIP masih nunggu itikad baik dari Budi Arie, dan Budi Arie sendiri masih bersikukuh gak bersalah. Semoga aja, siapa pun yang benar atau salah, semuanya bisa terbuka jelas. Karena pemberantasan judol ini penting banget buat masa depan digital Indonesia. Pantau terus ya, sampai judol benar-benar musnah!


