Penyerang ijazah Jokowi ternyata para penipu ya! Hal ini terlihat jelas dalam sebuah video lama dari Rismon Sianipar. Di video itu, dia terang-terangan menyebut Roy Suryo sebagai penipu. Rismon kayak gak terima kalau Roy dipanggil sebagai pakar IT. Katanya, latar belakang pendidikan Roy sama sekali tidak berkaitan dengan dunia teknologi.
Menurut Rismon, Roy hanya lulusan S1 Komunikasi UGM. Sedangkan S2-nya malah di bidang Kesehatan, kata Rismon. Jelas, menurutnya, dua-duanya tidak ada hubungannya dengan IT. Makanya Rismon bertanya, apa sebenarnya karya besar Roy di bidang teknologi? Buku apa yang pernah ditulis Roy terkait teknologi informasi, begitu kata Rismon. Dia juga mempertanyakan program komputer apa yang pernah dibuat Roy. Kata Rismon, setiap kali lihat Roy bicara di TV, ia tidak menemukan penjelasan teknis yang layak disebut ahli. Bahkan, menurutnya, cukup dengan pencarian sederhana, publik bisa menilai sendiri seberapa “pakar” Roy sebenarnya.
Itulah alasan dia meminta media mencari pakar IT yang benar-benar kompeten, bukan yang cuma terkenal. Menurutnya, media tidak boleh memberi ruang untuk orang yang justru bisa menipu publik. Tapi masalahnya, bukan cuma Roy yang bermasalah. Rismon sendiri juga banyak disorot, terutama soal latar pendidikannya. Latar belakang akademik Rismon dibongkar oleh Peneliti Sistem Informasi dari Hokkaido, Rony Teguh. Rony mengaku menemukan banyak kejanggalan dalam klaim akademik Rismon.
Dulu, Rismon pernah mengaku lulusan Yamaguchi University Jepang. Tapi setelah ditelusuri, karya ilmiahnya sangat minim. Rony menyebut Rismon hanya memiliki satu prosiding di dunia akademik. Padahal prosiding itu tingkatan paling rendah dalam publikasi ilmiah. Rony juga bilang prosiding itu hanya berisi data awal yang bahkan belum layak jadi paper utama. Parahnya lagi, dalam karya itu, Rismon bukan penulis utamanya. Rony menyebut karya itu termasuk kategori arsip yang sudah tidak relevan. Mungkin ya semacam arsip sampah lah!
Tidak hanya itu, transkrip nilai Rismon juga diduga bermasalah. Dia bahkan dituduh tidak bisa melakukan penyetaraan ijazah saat proses sertifikasi dosen di Indonesia. Saat muncul tuduhan bahwa ijazahnya palsu, Rismon pun tidak memberikan bantahan yang jelas. Ironis banget. Orang-orang yang menuduh Jokowi justru mereka sendiri yang tidak beres.
Rekam jejak Roy pun tak kalah bermasalah. Dia pernah dipenjara gara-gara kasus meme stupa Borobudur. Belum lagi tudingan penggelapan aset negara setelah tidak jadi Menpora. Sampai-sampai muncul julukan “Dewa Panci”. Dan sekarang Roy, Rismon dan beberapa orang berkomplot nyerang Jokowi. Mereka sama-sama menuduh ijazah Jokowi palsu.
Wajar saja kalau publik banyak yang tak percaya. Apalagi tuduhan itu sudah berkali-kali dibantah institusi resmi. UGM sudah menegaskan bahwa ijazah Jokowi asli dan sah. Bareskrim juga menyimpulkan hal yang sama: ijazah Jokowi itu asli. Dan sekarang Roy, Rismon dan kawan-kawannya kena getahnya. Mereka sudah ditetapkan sebagai tersangka penyebaran hoaks. Ancamannya 12 tahun penjara. Mereka bahkan udah dicekal ke luar negeri, dan wajib lapor.
Jadi, wajar saja kalau Roy, Rismon dkk sekarang makin meracau karena lagi panik. Hanya tinggal nunggu waktu kapan dipenjara. Pada akhirnya, Roy dan Rismon bukan sedang membongkar kebohongan Jokowi. Tapi, mereka justru membongkar kebohongan yang mereka ciptakan sendiri. Roy dan Rismon, sudahlah kalian tuh sama-sama penipu!


