Romo Asal NTT ini bilang katanya agama Kristen Protestan itu bukan bagian dari kekristenan. Katanya, orang-orang Protestan itu serigala berbulu domba. Bahkan si romo bilang intoleransi yang dilakukan umat Islam agak mendingan dibanding umat Protestan. Namanya Romo Patris Allegro, asal Nusa Tenggara Timur (NTT).
FYI, kekristenan itu agama monoteistik (percaya kepada satu Tuhan). Ajaran ini berpusat pada kehidupan, ajaran, kematian, dan kebangkitan Yesus Kristus. Penganutnya disebut orang Kristen. Kekristenan jadi salah satu agama terbesar di dunia dan berpengaruh terhadap sejarah, budaya, dan peradaban dunia, terutama di Barat.
Sebenarnya ada banyak banget cabang kekristenan di seluruh dunia. Tapi yang utama adalah: Katolik, Ortodoks Timur, dan Protestan. Nah, menurut Romo Patris Protestan itu bukan bagian dari kekristenan. Ia sampaikan lewat video yang diunggah akun instagram @kristen.protestan pada 21 Juli lalu.
Menurutnya ancaman besar kekristenan adalah Protestan, bukan Islam. “Islam itu emang ajaran yang beda sama Kristen tapi Protestan itu serigala berbulu domba, itu bahaya” ujarnya. Bahkan Romo Patris juga menuduh umat Kristen Protestan itu ateis berbungkus Alkitab. Btw atheis itu mereka yang sama sekali nggak percaya keberadaan Tuhan.
”Mereka (Orang Protestan) itu sebenarnya ateis berbungkus Alkitab. Masa mau sebut diri Kristen tapi tidak mau jadi Kristen?” ujarnya lagi. Romo Patris juga menyebut umat Kristen Protestan sebagai Protestanisme dan antiKristus yang sebenarnya. ”Itu namanya Protestantisme, itu antiKristus yang sebenarnya. Dan justru merekalah yang jadi ancaman besar” tutupnya.
Banyak netizen, terutama Protestan, yang langsung mengecam si Romo. ”Waduh, cepat bertobat ya romo. Tuhan Yesus Memberkati.” komen salah satu netizen. ”Baru pertama kali melihat seorang tokoh agama dari katolik yg sangat intoleran ke agama lain.”, timpal netizen lain. ”Padahal kudengar NTT provinsi toleransi tinggi, tapi kok kek gini salah satu produknya. Sesama minoritas loh” ujar netizen yang lain.
Btw Protestantisme alias Kristen Protestan itu satu dari tiga cabang utama dalam Kekristenan. Asalnya dari gerakan Reformasi pada abad ke-16, tepatnya tahun 1517, yang menentang sejumlah ajaran dan praktik dalam Gereja Katolik Roma saat itu. Gerakan ini memunculkan gereja-gereja baru yang nggak lagi tunduk pada otoritas Paus di Roma.
Gerakan ini digagas oleh seorang biarawan bernama Marthin Luther. Marthin menempel 95 dalil (theses) di pintu gereja di Wittenberg. Dalil itu berisi kritik terhadap penjualan surat pengampunan dosa (indulgensi) dan penyimpangan lain dalam Gereja Katolik. Istilah “Protestan” berasal dari “protestatio”. Yaitu pernyataan keberatan para pangeran Jerman terhadap keputusan Diet of Speyer (1529), yang melarang reformasi.
Jadi, Protestan artinya: mereka yang memprotes otoritas gereja Katolik saat itu, demi kembali ke ajaran Alkitab. Protestan sendiri punya ajaran yang disebut 5 Sola dan beda sama Katolik. Misalnya soal otoritas atau kebenaran rohani, Protestan hanya berdasarkan Alkitab, sementara Katolik ada di Alkitab, Tradisi Gereja, sama Paus.
Kemudian untuk struktur gereja, Katolik berpusat pada Paus sebagai pimpinan tertinggi sementara Protestan bersifat desentral. Karena perbedaan inilah wajar jika terjadi miskonsepsi alias salah interpretasi antar keduanya.
Hmm, Indonesia ini negara dengan iman dan keyakinan beragam. Beda agama, beda aliran, beda cara ibadah, itu wajar. Jadi gak usahlah saling serang. Di beberapa hal Katolik dan Protestan berbeda. Tapi inti ajarannya sama: kasih. Yuk kedepankan persamaan, daripada perbedaan!


