Informasi terbaru tentang santri di Pesantren Al-Haniffiyah, Kediri, memperburuk citra pesantren di Indonesia. Tahu kan kasus Bintang Bilqis Maulana, santri Al Haniffiyah yang tewas gara-gara disiksa empat seniornya? Ternyata sekarang diketahui, Bintang ini juga sering dipalak oleh para seniornya. Fakta baru ini muncul saat Muhammad Ilham, kakak Bintang, menginterogasi 4 senior itu saat mengantar jenazah adiknya. Satu diantara mereka, yaitu Fatih mengaku memalak Bintang. Padahal ya Fatih ini adalah orang yang dipercaya keluarga Bintang untuk menyalurkan kiriman uang dari keluarga .
Ilham heran karena Bintang kerap kali kehabisan uang, bahkan hanya satu hari setelah ia dikirimi uang. Padahal keluarga mengirim uang setiap minggu kepada Bintang. Dan sumber uang yang diterima Bintang tidak hanya dari ayahnya, tapi dari ibu dan dua kakaknya. Tapi semula keluarga menyangka Bintang tidak cukup hemat saja. Karena itu mereka pernah menasehati Bintang agar tidak terlalu boros. Baru sekarang mereka tahu uang Bintang habis karena diperas para santri senior. Sebelum tewas terbunuh, Bintang memang sempat meminta agar dipulangkan saja dari pesantren, tanpa bilang bahwa dia dipalak di sana.
Sedihnya lagi, pengurus pesantren pun seperti tak memberi perhatian terhadap budaya bully ini. Pesantren bahkan berusaha berbohong kepada keluarga dengan mengatakan Bintang meninggal karena jatuh di kamar mandi. Pemerintah harus segera bertindak tegas. Perundungan pada santri seperti Bintang ini bukan pertama kali terjadi. Praktek-praktek bullying serupa sudah beberapa kali diberitakan. Karena itu, budaya biadab ini harus segera diakhiri.
Stop bullying di Pesantren!


