Siksa Neraka Sukses Tapi Dilarang di Malaysia dan Brunei

Published:

Kalau di Indonesia, film Siksa Neraka sukses besar, nasibnya di Malaysia sama sekali berbeda. Di Indonesia, film itu lagi hits dan laris banget loh. Per 9 Januari kemarin aja film itu udah ditonton lebih dari 2 juta penonton. Tapi di Malaysia dan Brunei, film buatan Anggy Umbara itu ternyata nggak lolos sensor. Akibatnya, penonton Malaysia tidak bisa menontonnya di bioskop

Hal ini disampaikan langsung oleh distributor film, Antenna Entertainments melalui akun media sosialnya. Antenna ini bertugas mendistribusikan film Indonesia agar bisa ditayangkan di saluran televisi kabel dan satelit, juga bioskop Malaysia. Mereka unggah unggah poster film Siksa Neraka bertuliskan “banned” di tengahnya, di media sosial mereka.

“Bagi kalian yang menantikan ini – Siksa Neraka dilarang tayang di Malaysia dan Brunei,” tulis keterangannya. Menurut pihak berwenang di kedua negara itu, film ini nggak pantas menggambarkan suasana neraka. Selain itu, konten didalamnya dianggap tidak sesuai nilai-nilai dan kondisi neraka yang seharusnya dipahami oleh masyarakat. Pihak otoritas bilang, mereka sadar bahwa Siksa Neraka ingin mengedukasi masyarakat terkait hukuman di akhirat. Tapi tetap aja menurut mereka film ini terlalu mengerikan dan kurang menghormati nilai-nilai keagamaan.

Bahkan sejumlah ulama dan tokoh di kedua negara itu mengklaim bahwa film ini justru menghina ajaran agama dan keyakinan masyarakat. Netizen di sana juga terbelah antara pro dan kontra. Ada yang setuju kalau surga dan neraka itu nggak pantas divisualisasikan hanya dengan akal manusia. Tapi ada juga yang patuh kepada undang-undang dan menyarankan mereka yang ingin menonton untuk pergi ke negara terdekat lainnya. Pun ada yang mengapresiasi industri hiburan di Indonesia. Mereka bilang, Indonesia lebih bebas dalam menghasilkan karya yang kreatif, baik film maupun musik.

Buat yang belum tau nih, film Siksa Neraka itu bercerita tentang 4 anak yang dididik keras orangtuanya soal surga dan neraka. Saat melakukan perjalanan diam-diam, mereka mengalami kecelakaan hingga meninggal dunia. Salah satu tokoh bernama Saleh lalu terbangun di alam lain yang menyerupai neraka seperti yang dikisahkan oleh orang tuanya. Film ini merupakan adaptasi dari kisah komik dengan judul yang sama, yang diciptakan oleh M.B. Rahimsyah tahun 1980-an. Walau dilarang tayang di dua negara, kita doakan saja semoga film ini bisa melambung sukses di kancah nasional maupun internasional ya.

Nantinya, Indonesia perlu lebih banyak memproduksi film-film yang bisa lolos dan beredar di negara-negara tetangga. Yuk kita dukung terus industri budaya Indonesia!

Artikel Terkait

Terbaru

spot_img