Survei Indikator: Mayoritas Publik Nggak Percaya Kasus Ijazah Jokowi Palsu

Published:

Mayoritas publik nggak percaya soal kasus ijazah Pak Jokowi palsu. Ini bukan hasil poling-polingan ya. Ini hasil survei yang dilakuin lembaga survei kredibel, Indikator Politik Indonesia. Direktur Eksekutif Indikator, bilang kasus ini menarik perhatian publik secara luas. Terbukti, ada 75,9% responden yang mengaku tahu kasus ini. Hanya 24,1% yang mengaku nggak tahu.

“Jarang ada kasus hukum yang menarik perhatian sebesar ini,” kata Burhan. Dari yang tahu, 69,7% responden nggak percaya kasus ini. Yang percaya cuma 18,7%. Indikator juga bertanya responden yang nggak tahu kasus ini. Hasilnya konsisten sama hasil responden yang tahu kasus ini. Sebesar 66,9 % nggak percaya kasus ini, sementara yang percaya cuma 19,1%. “Jadi yang tidak percaya Pak Jokowi memalsukan ijazah itu 66,9 persen dari semua responden,” kata Burhanuddin. Itu artinya, mayoritas publik tetep percaya sama Pak Jokowi.

Lagi pula, come on isu ijazah Pak Jokowi kan isu using yang udah lama terbantahkan. Pihak UGM, tempat Pak Jokowi kuliah, udah berkali-kali bilang ijazah Pak Jokowi itu asli. Terakhir kali pernyataan resmi dikeluarin pada Maret 2025 sama Rektor UGM, Ova Emilia. Kata Bu Rektor, Pak Jokowi bener mahasiswa Fakultas Kehutanan angkatan 1980, lulus 1985, lengkap sama data akademiknya.

Ijazah Pak Jokowi udah berkali-kalo lolos verifikasi dokumen penyelenggara pemilu. Mulai dari ketika Pak Jokowi nyalon sebagai Wali Kota Surakarta pada tahun 2005 dan 2010. Gubernur DKI Jakarta pada tahun 2012. Presiden Indonesia pada tahun 2014 dan 2019. Bareskrim Polri juga udah bilang dengan tegas ijazah S1 Pak Jokowi di Fakultas Kehutanan dari UGM itu asli dan sah.

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim, Brigjen Djuhandhani Rahardjo Puro, Ijazah S1 Pak Jokowi (nomor 1120) udah diuji secara forensik. Hasilnya, identik banget sama dokumen pembanding dari angkatan seangkatannya. Bahkan skripsinya juga dicek dan terbukti ditik pake mesin ketik tahun 1985. Karena nggak ada unsur pidana, penyelidikan dihentikan, dan ijazah aslinya dikembalikan ke Pak Jokowi. Jadi, fix, nggak masuk akal lah ijazah Pak Jokowi itu palsu.

Tapi para pembenci Pak Jokowi terus menyebarkan kebohongan itu terus-menerus. Bahkan, orang seperti Refly Harun sampai bikin poling-polingan. Ada 3 pertanyaan yang diajukan ke netizen. Pertanyaan pertama “Apakah anda percaya dengan keterangan polisi bahwa ijazah jokowi asli?” Kedua, “apakah anda percaya keterangan UGM tentang keaslian ijazah Jokowi?” Ketiga, “Mana yang anda lebih percaya dalam soal ijazah Jokowi? Bareskrim Polri atau Roy Suryo dkk?”

Hasil semua pertanyaan itu tentu bisa ditebak. Mayoritas nggak percaya keterangan polisi bahwa ijazah Pak Jokowi asli. Mayoritas juga nggak percaya keterangan UGM tentang keaslian ijazah Jokowi. Dan mayoritas lebih percaya Roy Suryo dkk dalam soal ijazah Jokowi. Tapi poling-polingan Refly Harun itu jangan dipercaya penuh ya. Nama juga poling-polingan. Beda sama survei yang dilakukan Indikator Politik Indonesia.

Indikator itu lembaga survei terkemuka dan kredibel. Selain itu, sampling survei Indikator sudah dipercaya secara saintifik dan mencerminkan keseluruhan populasi di Indonesia. Stop, pembodohan publik!

Artikel Terkait

Terbaru

spot_img