Tegas! Presiden Prabowo Instruksikan Mendagri Pecat Bupati Aceh Selatan, Mirwan MS

Published:

Tamat sudah karir politik Bupati Aceh Selatan, Mirwan MS. Presiden Prabowo Subianto, memberikan instruksi tegas untuk memecat Mirwan sebagai Bupati Aceh Tengah. Mirwan dianggap lalai setelah melaksanakan umrah di saat kabupaten Aceh Selatan dilanda longsor dan banjir bandang. Instruksi itu presiden Prabowo sampaikan saat rapat terbatas penanganan banjir di tiga provinsi Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat. “Copot langsung. Mendagri bisa ya diproses,” ucap Presiden Prabowo tegas ke Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.

Presiden Prabowo menegaskan bupati atau wali kota dipilih rakyat untuk menghadapi kesulitan. Bukan justru meninggalkan wilayahnya di saat mendapatkan kesulitan. “Kalian harus terus berjuang untuk rakyat. Memang kalian dipilih untuk menghadapi kesulitan,” ucap Presiden Prabowo. Pak Prabowo, mengibaratkan apa yang dilakukan Mirwan kalau di tentara disebut desersi. Yaitu tindakan seorang tentara atau polisi yang sengaja meninggalkan tugas dan kesatuannya tanpa izin resmi atau alasan sah. “Itu kalau tentara namanya desersi, dalam keadaan bahaya meninggalkan anak buah,” ucap Pak Prabowo. Tindakan itu bisa dikategorikan sebagai tindak pidana militer serius dan bisa dikenakan sanksi yang berat.

Mirwan juga telah dipecat sebagai Ketua DPC Gerindra, Kabupaten Aceh Selatan. “DPP Gerindra memutuskan untuk memberhentikan yang bersangkutan sebagai Ketua DPC Gerindra Aceh Selatan,” papar Sekjen Partai Gerindra, Sugiono. Sugiono menyayangkan, Mirwan meninggalkan daerahnya disaat kabupaten yang dia pimpin dilanda bencana besar. Sebelumnya Mirwan menjadi sorotan publik setelah diketahui dia menunaikan ibadah umroh disaat wilayah yang dia pimpin terkena bencana. Konyolnya, Mirwan tetap memaksa pergi, padahal Gubernur Aceh Muzakir Manaf dan Kemendagri tidak memberikan izin.

Mirwan berdalih, bahwa umrah yang dia lakukan untuk menunaikan nazar pribadi. Ia juga mengaku sudah turun langsung meninjau dampak banjir di Aceh Selatan, sebelum berangkat umroh. “Sebelum saya berangkat, saya sudah turun langsung mengecek kondisi masyarakat terdampak banjir,” ucapnya beralasan. Tak hanya itu, dia juga mengaku telah memastikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah telah bekerja sesuai alur komando. “Dari hasil koordinasi, situasi saat itu terkendali sehingga saya dapat menunaikan nazar saya untuk melaksanakan ibadah umrah,” jelas Mirwan.

Seorang bupati meninggalkan daerahnya saat bencana emang konyol banget sih. Jelas itu mencerminkan, Mirwan bukanlah sosok pemimpin amanah. Ibadah umrah, emang hak pribadi setiap orang, termasuk seorang pemimpin daerah. Tapi kalau sampai tega meninggalkan rakyatnya yang menderita karena bencana, jelas itu tindakan yang sangat tidak bertanggung jawab. Lumrah kalau Pak Prabowo menginstruksikan agar Mirwan dipecat.

Bencana yang melanda Provinsi Aceh, Sumatera Barat dan Sumatera Utara bukanlah bencana biasa. Bayangkan lebih dari 900 orang meninggal dunia dan ribuan lainnya mengungsi dan kehilangan harta bendanya. Dalam kondisi itu, seorang pemimpin justru seharusnya berada di antara mereka untuk memberikan perlindungan dan menguatkan mereka. Bukan malah meninggalkan rakyatnya yang menderita hanya untuk sebuah ibadah umrah. Kalaupun itu sudah menjadi nazar, toh ibadah itu bisa dilakukan di lain waktu. Rasanya tidak pernah Nabi Muhammad mencontohkan perilaku seperti itu. Meninggalkan tanggung jawab, demi melaksanakan ibadah personal.

Yuk, jadi pemimpin yang amanah!

Artikel Terkait

Terbaru

spot_img