Menjelang Natal 2025, beredar kembali video wapres Gibran Rakabuming Raka membela kebebasan beragama. Video tersebut merupakan pidato Mas Gibran saat pelantikan pengurus Pusat Pemuda Katolik pada 17 Desember 2024 lalu. Dalam video itu Mas Gibran bilang, kalau ada yang mempersulit misa atau perayaan Natal, umat Kristen diminta langsung lapor aparat atau langsung ke dirinya.
“Jika ada yang dipersulit menjalankan misa Natal, segera laporkan ke kepolisian, TNI, pemda, atau langsung ke saya,” tegas mas Gibran. Dalam acara itu, Mas Gibran juga menampilkan program “Lapor Mas Wapres”. Dia ngejelasin bahwa masyarakat bisa langsung WhatsApp atau telepon nomor yang tersedia. Pesan tegas itu langsung dapat apresiasi dari peserta acara.
Netizen juga memuji karena Mas Gibran dianggap konsisten membela toleransi. Banyak juga yang ingat rekam jejak Mas Gibran sejak jadi Wali Kota Solo. Di Solo, dia pernah memaksimalkan perayaan Natal meski banyak tantangan. “Tantangannya berat, tapi saya berani karena didukung anak muda yang open minded,” kata Mas Gibran saat itu. Mas Gibran juga menyampaikan pesan dari Presiden Prabowo yang pingin perayaan Natal dan Tahun Baru berlangsung aman dan penuh sukacita. Mas Gibran negasin bahwa kebebasan beribadah adalah hak yang harus dilindungi negara.
Dukungan pemerintah nggak hanya lewat kebijakan, tapi juga lewat akses pelaporan langsung. Program “Lapor Mas Wapres” emang dibuat untuk memudahkan masyarakat mengadu tanpa ribet birokrasi. Mas Gibran bahkan meminta Ketua Umum PP Pemuda Katolik, Stefanus Asat Gusma, untuk langsung melapor jika ada hambatan dalam perayaan Natal. Ini menunjukkan ia nggak hanya berfokus pada pidato, tapi memberikan mekanisme yang konkret. Mas Gibran juga mengutip pesan Paus Fransiskus tentang pentingnya persaudaraan dan kasih sayang dalam masyarakat Indonesia. Pesan Paus dianggap memperkuat komitmen toleransi yang ia sampaikan.
Nah, jelang Natal 2025, video ini kembali bermunculan karena dianggap relevan dengan kondisi saat ini. Banyak orang merasa pidato itu menjadi pengingat penting bahwa negara harus hadir ketika intoleransi muncul. Netizen menilai Gibran bukan tipe politisi yang cuma bicara saat kampanye. Pidato, program, dan rekam jejaknya dinilai sinkron dan konsisten.
Beberapa warganet juga menyoroti bahwa mas Gibran bahkan saat menjabat di Solo, ia berani memasang ornamen Natal meskipun mendapat tekanan. Keberanian itu muncul karena dukungan anak muda yang menghargai perbedaan. Kini sebagai Wapres, Mas Gibran punya ruang lebih besar untuk menegakkan kebebasan beragama. Dia membuka jalur langsung bagi masyarakat untuk melapor apabila hak beribadah terganggu. Melalui video yang kini muncul lagi, banyak warganet kembali mengingat komitmen pemerintah terhadap keberagaman.
Pidato itu dianggap penting karena Indonesia masih sering mengalami kasus intoleransi. Pesan Mas Gibran: semua agama berhak menjalankan ibadah tanpa ada yang menghalangi. Prinsip ini sudah jelas di Pancasila, dan pemerintah wajib menjaganya. Kalimat “Lapor ke saya” dari mas Gibran jadi highlight karena mencerminkan keberpihakannya pada warga. Bukan hanya slogan, tapi langkah nyata dengan menyediakan akses langsung.
Konsistensi Gibran dari tahun ke tahun membuatnya mendapat banyak apresiasi. Menjelang Natal 2025, pesannya tetap relevan. Bahwa umat Kristiani nggak perlu takut untuk merayakan Natal. Kalau ada yang mempersulit, ada mekanisme yang jelas untuk melapor. Nah, karena itulah Keberagaman harus dijaga bersama, karena itu kekuatan Indonesia. Yuk, mari terus jaga persatuan serta toleransi di negeri kita. Untuk Mas Gibran, salut!


