Wah! Patung Yesus Tertinggi di Dunia Ada di Indonesia

Published:

Bukan di Amerika, bukan di Eropa. Ternyata Patung Yesus tertinggi di dunia ada di Indonesia! Uniknya mayoritas penduduk Indonesia itu beragama Muslim. Patung itu bernama Patung Yesus Kristus Sibea-bea, ada Sumatera Utara. Takjub akan patung ini, konten kreator Olivia Tan pun membahasnya di akun instagramnya.

”Patung Yesus tertinggi dan terbesar di dunia ternyata bukan ada di Eropa, Amerika, bukan di negara-negara yang mayoritas Kristen,” ”Patung Yesus ada di Indonesia! Negara dengan populasi muslim terbesar di dunia”, kata Olivia. Tapi Olivia nggak mau tekanin agama mana yang paling mendominasi. Karena bagi Olivia, ada lebih dari 5 Agama yang selalu mendoakan dan bekerja untuk kebaikan negara nya. ”Kita punya salah satu masjid terbesar di dunia, patung hindu terbesar kedua di dunia.” ”Kita juga punya candi peninggalan agama Buddha terbesar yang pernah ada. tingginya 61 meter ada di Sumatra utara”. Patung ini, katanya, patung yang sama megahnya dengan Patung Jesus the Redeemer di Brazil dan menjadi simbol keberagaman.

Baginya, patung ini menjadi pengingat bahwa iman bisa tegap berdiri berdampingan. Dan perbedaan bukanlah penghalang, justru itu yang memperkuat persatuan bagi masyarakat. Sedikit kisah soal Patung Yesus di Sumatera Utara ini ya, teman-teman. Patung ini bernama Patung Yesus Kristus Sibea-bea. Lokasinya ada di Bukit Sibea-bea, Kabupaten Samosir, Danau Toba, Sumatera Utara. Pembangunan ini diinisiasi oleh Let There Be Light In Lake Toba Foundation dan beberapa donatur lainnya. Patung ini mulai dibangun pada Juli 2018 dan diresmikan pada 24 September 2024. Patung ini menjadi patung tertinggi di dunia dengan tangan terbuka mengungguli Christ the Redeemer di Rio de Janeiro, Brazil yang tingginya sekitar 39 meter.

Patung Yesus Sumatera Utara, bukan sekadar monumen raksasa. Melainkan penanda penting dalam mosaik keberagaman Indonesia. Uniknya, sosok tokoh iman yang begitu penting bagi umat Kristiani ini berdiri di negeri dengan mayoritas penduduk Muslim. Bukan di Eropa atau Amerika Latin. Kalau kita rangkai, Indonesia punya satu set “landmark iman” yang lengkap. Ada Masjid Istiqlal sebagai masjid terbesar di Asia Tenggara bahkan salah satu dunia. Gereja Katedral yang menjadi ikon Katolik di Jakarta. Borobudur sebagai candi Buddha terbesar dunia. Patung Garuda Wisnu Kencana di Bali sebagai simbol agama Hindu terbesar kedua di dunia. Dan kini Patung Yesus Sibea-bea di Danau Toba. Semua itu seperti kepingan mozaik yang menjadikan Indonesia bukan hanya kaya budaya. Tapi kaya simbol spiritual dari berbagai agama besar dunia. Patung ini punya makna mendalam.

Tangan Yesus yang terbuka lebar seakan melambangkan pelukan universal. Pesan kasih yang merangkul siapa saja, lintas suku, lintas agama. Ditempatkan di perbukitan Danau Toba yang indah, patung ini menghubungkan iman dengan keindahan alam. Serta religiusitas dengan pariwisata, spiritualitas dengan kebanggaan daerah. Kalau mau kita renungkan lebih jauh, ini adalah pesan yang indah bagi dunia. Pluralisme Indonesia tidak hanya tercermin di rumah ibadah kecil di kampung-kampung. Tapi lewat simbol-simbol besar yang berdiri sejajar, saling melengkapi. Ini bukti bahwa “Bhinneka Tunggal Ika” bukan jargon kosong, melainkan realitas yang bisa dilihat dan disentuh. Dengan begitu, patung Yesus Sibea-bea bukan hanya milik umat Kristiani, tapi juga milik bangsa Indonesia. Ia berdiri sebagai pengingat bahwa di tanah air ini, keberagaman adalah kekuatan, bukan kelemahan. Luar biasa!

Artikel Terkait

Terbaru

spot_img