Yang Menganggap Hijab Tidak Wajib Adalah Kaum Munafik dan Akan Masuk Neraka?

Published:

Ulama yang bilang hijab itu nggak wajib adalah orang munafik dan akan masuk neraka. Pernyataan ini keluar dari ulama bukan kaleng-kaleng. Yang bilang ini adalah ulama terkemuka di Indonesia, ustadz Adi Hidayat. Dia ngomong begitu dalam salah satu video yang kini kembali beredar viral.

Dia bilang, “kalau ada orang yang punya gelar segudang, ahli agama, tapi ngomong jilbab itu nggak wajib, itu jelas bertentangan sama ketentuan yang udah ada di Al-Qur’an.” “Tidak usah capek menghabiskan energi untuk banyak mendengarkan dia. Nanti capek sendiri, ujung-ujungnya kita menjauh” kata Ustad Adi. Dia juga bilang ulama yang bilang jilbab nggak wajib itu sikapnya nggak jelas.

“Kalau orang kafir menolak syariat Islam itu wajar, karena kafir” kata Adi. “Tapi kalau ada ulama yang menolak syariat Islam, merendahkan Al-Quran, maka itu tidak wajar dan disebut oleh Quran sebagai orang munafik” lanjutnya. Dan munafik inilah, menurut Adi, yang pertama kali akan dilemparkan ke dalam neraka Jahannam, bahkan sebelum orang kafir.

Statement Adi ini memang menyeramkan. Tapi, maaf ya, dari mana dia tahu bahwa ulama yang bilang jilbab nggak wajib itu langsung dicap munafik dan masuk neraka jahannam? Kayaknya, Adi agak mengarang bebas. Di Indonesia saja, ada sejumlah ulama terkemuka yang menganggap hijab memang tidak wajib.

Contohnya Quraish Shihab, ulama dan mufasir Indonesia yang super dihormati. Dalam bukunya “Jilbab: Pakaian Wanita Muslimah”, dia bilang ayat tentang jilbab itu harus dipahami dalam konteks budaya dan zaman. Katanya: “Jilbab itu baik, tapi jangan dipaksakan. Ulama juga beda-beda pendapat soal batas aurat.” Dia juga lebih menekankan kesopanan, niat, dan akhlak, bukan sekadar tampilan luar.

Di luar negeri, ada Mohamed Talbi, ulama asal Tunisia, yang bilang ayat jilbab itu bersifat sosial kontekstual, jadi gak bisa dipukul rata sebagai hukum wajib universal. Terus ada juga Amina Wadud, akademisi Muslim dan feminis. Ia menekankan bahwa ayat tentang hijab harus dibaca dalam konteks sosial saat itu, sebagai upaya melindungi perempuan bukan sebagai perintah hukum universal.

Jadi kalau kita mengikuti logika Adi Hidayat, apakah Quraish Shihab, Talbi, dan Amina Wadud juga dianggap munafik dan masuk neraka? Jilbab itu ya pilihan cara berpakaian. Saat ini di dunia Islam, ada beragam gaya berjilbab dikembangkan. Dari yang sama sekali tertutup di seluruh badan, sampai wajah pun tertutup. Atau ada juga yang tertutup tapi tetap mengizinkan wajah, rambut dan lengan terlihat.

Tapi di sisi lain, ada yang tertutup tapi ketat sehingga menampilkan lekuk tubuh. Selain itu, negara-negara yang bener-bener mewajibkan jilbab secara hukum cuma Iran dan Afghanistan. Sementara mayoritas negara Muslim lainnya, kayak Indonesia, Mesir, Malaysia, Maroko, dll, tidak mewajibkan secara hukum, tapi lebih ke norma sosial.

Jadi yaa, balik lagi ke individunya. Mau mandang jilbab itu wajib atau nggak, adalah hak masing-masing individu. Tapi jangan sampai merasa berhak menentukan cara berpakaian mana yang baik dan buruk. Hijab itu memang pilihan yang baik, tapi bukan satu-satunya ukuran kebaikan. Yuk beragama dengan akal sehat!

Artikel Terkait

Terbaru

spot_img