Jakarta, PIS – Kolaborasi dosen dan ratusan mahasiswa Universitas Negeri Mataram (Unram) ini keren banget. Mereka bersama-sama melawan kasus kekerasan seksual yang terjadi di kampus.
Jadi, sebelumnya, terjadi kasus dugaan pencabulan yang dialami 10 mahasiswi. Terduga pelakunya adalah salah satu dosen gadungan. Masalahnya, penanganan kasus ini dianggap tidak mengalami perkembangan.
Karena itu, 30 dosen dan ratusan mahasiswa Unram berunjuk rasa di depan Polda Nusa Tenggara Barat. Mereka menyayangkan lambatnya penanganan kasus ini karena sudah berjalan satu tahun.
Mereka mendesak agar ada penanganan khusus dari Kapolda NTB untuk kasus ini. Kalau tidak ditangani serius, mereka khawatir mahasiswa Unram lainnya potensial jadi korban pencabulan selanjutnya.
Mereka juga siap membantu kepolisian mengungkap kasus kejahatan predator seksual ini. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda NTB, Kombes Pol Teddy Ristiawan, menanggapi aksi protes itu.
Dia bilang ketika kasus itu berlanjut dan mau naik ke tahap penyidikan, tiba-tiba korban memutuskan untuk mencabut laporan itu. Katanya, walau alat bukti sudah cukup, tapi tetap saja kasus tidak bisa berjalan tanpa laporan korban.
Teddy juga bilang Biro Konsultasi dan Bantuan Hukum Unram sebagai pendamping belum menghadirkan para korban sampai saat ini. Mudah-mudahan kasus ini cepat menemukan titik terang. Lawan kekerasan seksual!



