Emang boleh, guru ngegunting rambut siswi yang berjilbab? Pertanyaan ini muncul gegara beredar video aksi seorang guru mengacak-acak rambut siswinya. Kejadiannya nggak jelas di kota mana. Tapi kayaknya ya di SMA tempat si guru mengajar, ada aturan yang ngelarang siswi ngecat rambut. Karena itu, pas si guru nemuin siswi yang rambutnya dicat warna cokelat, dia langsung beraksi. Rambut siswi itu dipotong pendek pakai gunting si guru. Pembantaian rambut itu dilakuin di depan banyak murid lain di halaman sekolah. Masalahnya, si siswi itu kan pakai jilbab ya. Artinya kan rambutnya sebenernya ketutup sama jilbabnya. Jadi walau rambutnya dicat cokelat, atau dicat merah, atau dicat pelangi, sebenarnya rambutnya nggak bisa dilihat orang lain.
Video itu sendiri nampilin kondisi si siswi sebelum dan sesudah razia. Di awal, siswi itu nampak berpose sambil tersenyum ke arah kamera. Ia pakai jilbab putih dan berkacamata.
“Sebelum kejadian Razia,” demikian bunyi catatan di foto itu. Lantas video berlanjut pada momen Razia yang dilakukan di lapangan sekolah, yang terjadi secara tiba-tiba. Si siswi jadi korban Razia dan rambutnya dipotong, setelah sang guru menyingkap jilbabnya terlebih dulu. Keramaian pun terjadi dunia maya. Ada sih yang bela sang guru tapi sebagian besar mengecamnya. Umumnya mempersoalkan ulah sang guru mengurusi rambut siswi yang sebenernya tertutup oleh jilbab.
“Lah kalau pake kerudung, ngapain dipotong?” tulis seorang netizen.
‘Itu kalau dipotong di depan banyak orang, bukannya justru rambut yang tadinya ditutup jilbab jadi dilihat banyak orang,” tulis netizen yang lain.
Banyak pula yang bilang sebaiknya guru lebih focus pada kompetensi mengajar daripada mempersoalkan rambut berwarna. Kalau dipikir-pikir, iya juga sih. Ngapain juga si guru harus sampai membabat rambut siswi hanya karena rambutnya berwarna. Memang warna rambut ada korelasinya ya sama kecerdasan siswi?
Please Bu Guru, Di sayang dong muridnya, jangan malah dibotakin!


