Miris banget deh sama kelakuan oknum yang bawa-bawa konteks politik yang gak sesuai dengan tempatnya. Contohnya yang terjadi Rabu lalu pada konser grup musik NDX A.K.A yang digelar di Bali.
Buat yang belum tahu nih, NDX A.K.A itu grup musik bergenre hip hop yang berasal dari Yogyakarta. Nah di tengah konser mereka berlangsung ada oknum yang berteriak menyebut capres nomor urut 2, Prabowo Subianto. Tapi gak lama, banyak pengunjung yang terprovokasi dan ikut meneriaki jagoan mereka masing-masing. Yaitu capres 01 Anies Baswedan dan capres 03 Ganjar Pranowo. Akhirnya acara hiburan itu berjalan gak kondusif dan dihentikan oleh penyelenggara.
Nah banyak dari mereka yang kecewa, salah satunya diungkapin oleh akun tiktok @melali.bareng.ana. Dia videoin kawasan konser yang saat itu gak kondusif dengan bertuliskan protes di dalamnya.
“Kecewa sama NDX, gara-gara penonton teriak Prabowo masa ngambek gamau nyanyi lagi, Hello kita bayar lo ini ga gratis,” tulis akun itu. Banyak netizen lain yang menilai NDX itu gak profesional dan mengecewakan para penonton. Mengingat para penonton sudah mengeluarkan uang lebih buat menonton konser itu. Setelah heboh, NDX akhirnya buka suara dengan menjawab langsung tudingan yang disampaikan lewat pesan pribadi.
Pihak NDX meminta maaf dan menjelaskan kesepakatan antara NDX dan pemilik acara. Pihaknya menjelaskan kalau penyelenggara tidak ingin punya acara yang berisikan oknum-oknum seperti itu. NDX juga himbau agar para fans bisa membedakan mana acara berbayar dengan tiket dan acara gratis karena iklan politik. Pihak NDX juga khawatir kalau acara yang kurang kondusif itu tetap dilaksanakan, maka akan berimbas pada perolehan izin kedepannya. Di akhir mereka berharap pengertian para fans dan meminta maaf atas ketidaknyamanannya.
Duh ada-ada aja ya. Kita paham bahwa kita sedang dalam rangka menyambut pesta demokrasi bulan Februari nanti. Tapi bukan berarti kita bisa secara sembarang membawa topik itu ke berbagai tempat. Apalagi di tempat acara hiburan yang biasanya dihadiri untuk menghibur diri atau melepas penat. Bukan buat tempat berdebat atau adu pilihan masing-masing. Solusi lainnya, penyelenggara juga bisa paparin tata tertib sebelum konser dimulai dan meningkatkan keamanan agar bisa bertindak pada oknum yang melanggar.
Semoga ini bisa jadi pelajaran ya bagi kita semua, agar lebih waras dalam menyikapi segala hal. Yuk proporsional dalam bersikap!


