Akhirnya, Menag Bersuara Soal Kasus Intoleransi Beragama

Published:

Akhirnya Menteri Agama, Nasaruddin Umar, buka suara merespons kasus intoleransi beragama di Indonesia. Kasus yang dia respons adalah kasus perusakan rumah doa Gereja Kristen Setia Indonesia (GKSI) Anugerah di Padang pada 27 Juli lalu. “Saya berharap jangan ada lagi kasus-kasus seperti ini,” katanya.

Dia ngerasa prihatin dengan kasus intoleransi beragama itu. Dia juga bilang Kemenag mengirim tim khusus ke Padang dan berkoordinasi dengan Kantor Wilayah Kemenag Sumatera Barat. “Saya berharap itulah peristiwa yang terakhir terjadi di Indonesia,” katanya. Dia juga bilang udah koordinasi sama Menteri HAM Natalius Pigai. Nasar ngasih warning kejadian serupa bisa terus berulang kalau nggak dicegah secara sistematis dari akarnya. Makanya dia bilang butuh pendekatan baru yang lebih fundamental buat ngatasi masalah intoleransi di masyarakat. Salah satunya Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang pernah diluncurin Kemenag pada 24 Juli.

Menurut Nasar, KBC bukan cuma transfer ilmu biasa, tapi mau menanamkan nilai-nilai cinta, kebersamaan, dan tanggung jawab dari sejak dini. “Jangan sampai kita mengajarkan agama, tapi tidak sadar menanamkan kebencian kepada yang berbeda,” katanya. KBC ini bakal diterapin dari pendidikan dasar sampai perguruan tinggi. KCB nggak cuma fokus pada pelajaran agama aja, tapi lintas mata pelajaran. “Nanti ada buku pintarnya untuk setiap guru,” katanya. Melalui kurikulum ini, anak-anak tetap bisa jalanin agama masing-masing, tapi juga bisa saling menghargai dan hidup rukun, katanya.

Alhamdulillah, akhirnya Menag muncul ke publik menanggapi kasus intoleransi beragama. Selama ini, Menag nggak pernah berkomentar langsung atau merilis pernyataan sikap setiap terjadi kasus intoleransi beragama. Karena itu, wajar kalau publik menganggap Menag nggak peduli dengan nasib umat agama minoritas. Kemunculan Menang itu langsung disambut secara satire oleh Pendeta Yerry Pattinasarany. Dia ucapin terima kasih ke Menag yang sudah memberikan pernyataan di TV. “Tentu itu sudah sama seperti hadir di hati mereka yang alami kekerasan dengan semangat KESETARAAN,” sindirnya.

Menurut Pendeta Yerry, yang dibutuhkan umat Kristen bukan hanya kurikulum cinta. “Tapi teritorial bagaimana siswa bisa kabur dari kerumunan persekusi tanpa terluka dan cara menghilangkan trauma belajar,” sindirnya lagi. Kemunculan Menag juga ditanggapi negatif. “Kurikulum cinta???? Beliau aja ngundang Zakir Naik,” komen netizen. “Menteri agama Islam ni lagi cuci tangan??” komen yang lain. “Kapan ada menteri agama yang turun langsung ke area penyerangan?” komen lainnya. “Gak menjawab blas,” timpal yang lain.

Kami di PIS setuju dengan langkah jangka panjang yang dicanangkan untuk membangun generasi mendatang yang toleran dan inklusif. Kemenag, termasuk semua instansi negara, harus menangani masalah intoleransi beragama dengan pendekatan yang fundamental. Dengan begitu, masalah intoleransi beragama bisa sedini mungkin dicegah. Tapi, kami juga memahami sikap Pendeta Yerry dan netizen. Kasus-kasus intoleransi beragama terus bermunculan, tapi kita belum melihat langkah serius Menag menanggulani masalah itu.

Ada beberapa daftar yang bisa dilakukan Menag. Misalnya, Menag bisa menegur keras Kanwil Kemenag Samarinda, Kalimantan Timur. Just info, Kemenag Samarinda belum mengeluarkan surat rekomendasi sehingga pendirian Gereja Toraja terhambat dengan alasan klise: menjaga kondusivitas antar umat beragam.

Menag bisa menginisiasi revisi Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 dan 8 Tahun 2006. Aturan soal pendirian rumah ibadah itu dinilai merugikan kelompok agama yang minoritas. Atau, Menag bisa menjamin aparatur di bawahnya menjadi duta toleransi. Sehingga Kemenag tidak lagi dianggap sebagai kementerian satu agama, tapi kementerian semua agama.

Kalau Menag bisa memastikan itu semua dilakukan, kami yakin pandangan publik akan berubah. Dan kurikulum cinta tidak lagi dianggap sekedar sekedar jargon yang membosankan. Yuk, jadi pejabat publik yang benar-benar bekerja.

Artikel Terkait

Terbaru

spot_img