Para suami, tolong peka ya dengan kondisi istri pasca melahirkan. Siapa tahu istri kamu mengalami apa yang disebut baby blues. Kondisi ini bukan cuma berbahaya bagi istri, tapi juga bagi bayi. Ini yang dialami seorang ibu di Pesanggarahan, Jakarta Selatan.
Dia menenggelamkan anaknya di ember yang penuh dengan air. Kejadian ini terekam dalam sebuah video berdurasi 40 detik. Yang bikin sedih banget, yang merekam ibu itu sendiri. Dalam video itu terlihat ibu itu masukin bayinya di dalam ember.
“Halo guys, kita berenang, huuu”, kata ibu itu sambil merekam aksinya.
Sang bayi menangis ketika air keran memenuhi ember yang ditempatinya. Bukannya segera menolong, ibu itu justru membalikkan tubuh sang bayi sampai kepalanya berada di bawah. Yang makin bikin sedih, ibu itu mengirim video itu ke temannya dan langsung viral di media sosial. Komisi Nasional Perlindungan Anak (PA) langsung melakukan monitoring pada ibu itu. Setelah ditelusuri, diketahui ibu itu mengalami baby blues syndrome. Baby blues adalah kondisi mental yang tidak stabil yang biasanya dialami seorang perempuan pasca melahirkan. Kondisi yang dialami umumnya cemas, stress, sedih berlebihan, dan perubahan suasana hati yang ekstrem. Ketua Komnas PA, Lia Latifah, bilang ibu itu kelelahan mengurus 3 anak sekaligus. Apalagi tiga anaknya masih berusia usia dini dan jarak umur mereka tergolong pendek.
Ibu itu mengaku kejadian itu terjadi 2 minggu lalu saat dirinya dalam kondisi nggak sadar akibat gangguan mental yang dialaminya. Yang bikin miris, kejadian itu ternyata nggak diketahui keluarganya, termasuk suami dan ibu kandung ibu itu. Untungnya, bayi yang ditenggelamkan dalam kondisi sehat.
Bayi dan 2 anaknya saat ini diasuh sementara oleh ibu kandung ibu itu. Seperti dikatakan di awal, para suami harus peka terhadap kondisi mental istrinya pasca melahirkan. Dan yang terpenting, bantu istri mengurus pekerjaan domestik. Tenangkan istri dengan menunjukkan sikap bahwa anda peduli dan selalu berada di sampingnya untuk membantu merawat bayi. Semoga kejadian seperti ini nggak terulang lagi ya!
Yuk, lebih peka dan peduli terhadap kondisi mental perempuan pasca melahirkan!


