ANAK DPRD DARI PARTAI GERINDRA INI KELOLA 41 DAPUR MBG DI SULAWESI SELATAN

Published:

Yasika Aulia Ramadhan, anak dari Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan dari Partai Gerindra, Yasir Machmud, lagi ramai dibahas netizen. Kabarnya, dia mengelola 41 dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) lewat lembaga bernama Yayasan Yasika Group. Yang bikin heboh, Yasika ini baru 20 tahun, tapi udah megang jaringan dapur super banyak yang ngasih makan ribuan siswa tiap hari. Yasika tercatat sebagai mahasiswa di Universitas Ciputra, semester akhir.

Dia juga aktif di organisasi dan bisnis. Dia wakil bendahara umum di HIPMI Sulsel 2024-2027. Infonya, dia adalah Komisaris PT Permata Ramadhany Indonesia, yang bergerak di sektor distributor pupuk dan pengangkutan. Dan Pemegang Saham PT Jaya Mas Utama, yang bergerak di bidang produksi payung dengan merk “Sailing Boat” dan kemudian diperluas ke produksi kayu lapis/laminated board.

Nah, dapur MBG yang dia kelola tersebar luas di beberapa daerah, 16 dapur di Kota Makassar, 3 dapur di Parepare, 2 dapur di Kabupaten Gowa. Dan 10 dapur di Kabupaten Bone yang baru saja diresmikan pada 14 November lalu. Selain itu, masih ada 3 dapur lagi yang katanya dalam proses pembentukan.

Yasika sendiri bilang program ini bukan cuma bagi-bagi makanan, tapi juga menggerakkan ekonomi petani dan peternak lokal. “Dapur-dapur MBG menggerakkan ekonomi lokal karena seluruh bahan baku dipasok dari petani, peternak, dan pekebun,” katanya.

Netizen pun ramai-ramai berkomentar. “Kok bisa satu yayasan milik anak pejabat dapat jatah sebanyak itu?” tulis seorang netizen. “Proses penunjukan transparan atau ada ‘jalur khusus’?” tulis netizen lain. “Nahkann jadi ladang bisnis pejabat daerah, mana yang bilang ngebantu warga sekitar” tulis yang lain.

Tapi, ada juga yang bela. “Gaes dapur MBG itu modalnya gedheee banget,,jadi pasti orang kaya yg mampu , siapapun itu asal dia kaya yaa gapapa ,,toh semua balik ke kita ,anak-anak kita yang dapet” tulis seorang netizen. “Kalau amanah dan bagus sih gapapa… kali aja dia malah mau sedekah” tulis netizen lain.

Karena viral, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, akhirnya komentar. Dia bilang BGN nggak pilih-pilih orang, semua lewat sistem portal. Dokumen lengkap, lolos syarat, ya lanjut. Dadan juga bilang sekarang ada pembatasan jumlah SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) per yayasan, kecuali yayasan yang nempel di institusi tertentu. Dia juga ngaku BGN terbantu dengan banyaknya yayasan yang cepat bangun dapur.

Tapi yaa, tetap aja, hal ini jadi concern netizen. Soalnya skala pengelolaan Yasika ini gede banget, apalagi milik keluarga pejabat. Banyak yang nanya soal transparansi mekanisme dapur, cara penunjukan, sumber dana, pengawasan, dan potensi konflik kepentingan.

Sebenarnya, sah-sah aja kalau Yasika bisa mengelola dapur MBG sebanyak itu. Tapi ada hal yang harus dipastikan, pengelolaannya harus benar-benar profesional. Standar keamanan pangan dipenuhi, kualitas makanan layak konsumsi, dan tidak ada resiko fatal seperti kasus keracunan massal atau kelalaian pengawasan. Program ini menyangkut kesehatan ribuan penerima manfaat, bukan sekadar proyek administrasi atau foto seremoni di media sosial.

Di beberapa daerah sebelumnya sudah muncul kasus makanan keracunan dari dapur MBG, dan itu bikin publik makin sensitif soal kualitas pengelola. Makanya, orang jadi makin bawel: bukan cuma soal siapa pengelola, tapi apakah dapur punya standar keamanan, kebersihan, dan nutrisi yang sesuai. Tapi, karena dia anak pejabat, wajar banget kalau publik jadi lebih sensitif dan merasa harus ikut mengawasi.

Yuk, kita awasi bersama pelaksanaan MBG di daerah masing-masing!

Artikel Terkait

Terbaru

spot_img