Aneh, Perempuan Punya Dosa Jariyah, Laki-laki Tidak

Published:

Ini 100 persen aneh banget. Masa perempuan nggak lagi ngapa-ngapain aja dia bisa punya dosa jariyah. Cuma karena sebuah foto yang diposting di media sosial, terus dilihat laki-laki. Laki-lakinya sendiri gak dibilang berdosa, apalagi dosa jariyah. Btw, dosa jariyah adalah dosa yang terus mengalir sampai hari kiamat nanti.

Narasi dosa jariyah perempuan ini disampaikan dalam sebuah video yang diposting akun Instagram @tanyaislamyuk_. Narator dalam video itu bilang: “Perempuan tidur, tapi malaikat tetap mencatat dosanya.” “Perempuan salat, ngaji, puasa dosanya tetap dicatat”. “Lagi makan, lagi belajar, lagi mandi…masih juga malaikat mencatat dosa”. “Perempuan itu diem aja, nggak ngapa-ngapain… Tetap dosanya terus ngalir. Kenapa? Karena ada foto atau video dirinya di medsos tanpa jilbab, dan pria-pria melihatnya.

Narasi ini jelas ngaco bangetttt. Kok dosa diletakkan di pundak perempuan yang bahkan udah nggak ngapa-ngapain? Anehnya laki-laki yang justru aktif scroll foto cewek-cewek gak dianggap berdosa. Apalagi punya dosa jariyah. Padahal bukankah dia yang bertanggung jawab atas matanya sendiri? Kenapa dosa jariyah itu tidak dilekatkan pada laki-laki yang terus melihat foto itu?

Ini aneh, yang pasif disalahkan yang aktif dibebaskan. Itulah kalau beragama dengan sempit. Bahkan foto seorang perempuan berjilbab pun bagi kalangan itu tetap masalah. Upload foto pakai jilbab, bisa dibilang “riya.” Jadi bagi kalangan ini, jadi perempuan itu ya akan penuh dilumuri dosa. Buat mereka, perempuan itu gak boleh eksis. Jadi perempuan itu, gak boleh ada jejak digital.

Ini kan aneh. Masa perempuan harus sembunyi dari ruang publik hanya karena takut pria tergoda? Ini jelas cara pandang yang salah terhadap perempuan. Karena seharusnya yang harus diedukasi itu justru laki-laki. Agar mereka saat melihat perempuan tidak disertai dengan nafsu.

Satu lagi yang harus jadi catatan ya. Jilbab itu bukan remote control masuk surga. Gak otomatis perempuan berjilbab adalah perempuan suci. Sebaliknya perempuan gak pakai jilbab otomatis juga masuk neraka. Ingat ya tidak semua ulama berpendapat jilbab wajib bagi perempuan Islam. Salah satunya adalah Profesor M. Quraish Shihab, seorang ulama, mantan menteri agama dan pengarang tafsir al-Misbah.

Menurutnya, jilbab adalah masalah khilafiyah, atau hal yang masih diperdebatkan. Memakai jilbab itu hanyalah anjuran, bukan kewajiban. Itu juga terkait dengan adat istiadat atau kebiasaan daerah tertentu.

Model dakwah dengan menyudutkan perempuan adalah pendekatan yang salah banget. Kalau ingin mendakwahkan agar perempuan harus berjilbab, caranya tidak dengan menakut-nakuti dengan dosa. Apalagi dengan mendiskriminasi perempuan atau membatasi ruang gerak perempuan.

Zaman sudah berubah, nilai-nilai 14 abad lalu bisa jadi sudah gak cocok buat zaman ini. Perempuan saat ini sudah punya peran yang sama dengan laki-laki. Kalau dakwah semacam itu yang selalu dikedepankan, bisa jadi Islam justru akan ditinggalkan umatnya. Dakwah itu harusnya dengan cinta bukan intimidasi. Yuk, beragama dengan akal sehat!

Artikel Terkait

Terbaru

spot_img