Kirain calon presiden Anies Baswedan bakal berjarak dari kelompok Rizieq Shihab cs. Apalagi setelah dia diusung Nasdem dan milih Muhaimin Iskandar sebagai wakil presidennya. Ternyata nggak. Hubungan Anies dengan mereka malah makin erat mendekati pemilihan presiden. Itu terlihat ketika Anies-Muhaimin setuju dengan 13 poin pakta integritas yang disodorin mereka.
Jadi, kelompok Rizieq Shihab cs ngadain Forum Ijtima Ulama pada November lalu. Waktu itu masih simpang siur apakah Anies-Muhaimin bakal setuju sama pakta integritas yang dihasilkan dari forum itu. Belakangan, dikabarkan Anies-Muhaimin setuju dan menandatanganinya. Ini disampaikan langsung oleh orang penting di tim pemenangan Anies-Muhaimin, Yusuf Martak.
“Alhamdulillah, benar sudah menandatangani beberapa hari lalu,” kata Yusuf.
Btw, Forum Ijtima Ulama diisi kelompok-kelompok yang berhasil menangin Anies melawan Ahok ketika Pilkada Jakarta 2016. Mereka diantaranya Persaudaraan Alumni 212, Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI, Rizieq Shihab, dan lainnya. Yusuf Martak sendiri adalah orang penting di Forum Ijtima Ulama. Kalo dibaca, ada poin-poin dari 13 poin yang sejalan dengan nilai-nilai demokrasi. Misalnya, menjaga kedaulatan dan persatuan NKRI, memperbaiki ekonomi negara, memberantas korupsi, dan lainnya. Tapi ada juga poin-poin yang nggak sejalan sama nilai-nilai demokrasi. Misalnya, menjalankan amanat anti-penodaan agama, menentang kelompok LGBTQ+, dan wajib menghormati posisi ulama dan menaati pendapat ulama
Bayangin, kalo Anies-Muhaimin menang jadi presiden dan wakil presiden. Anies-Muhaimin bakal jalani 13 poin pakta integritas itu sebagai bentuk balas budi. Masalahnya, efek dari poin-poin yang nggak sejalan dengan nilai-nilai demokrasi itu bisa serius. Siapapun yang berpandangan berbeda, apalagi bertentangan dengan tafsir keagamaan yang mayoritas, bakal langsung dicap pelaku penodaan agama. Nggak ada lagi ruang buat mengemukakan gagasan dan pandangan dengan bebas. Tren penangkapan karena kasus dugaan penodaan agama bakal meningkat. Selain itu, kelompok LGBTQ yang minoritas bakal jadi sasaran diskriminasi. Pelanggaran HAM terhadap mereka bakal meningkat.
Apakah ini kondisi ‘Indonesia forever’ di masa mendatang? Saya yakin kita semua menolak kondisi Indonesia yang mundur dan terbelakang seperti itu.
Yuk, jadi pemilih yang cerdas!



