Jakarta, PIS – Seruan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI ini kudu didengar semua politisi. Jangan manfaatin Ramadhan untuk ajang kampanye politik terselubung. Termasuk, melakukan praktek politik uang.
Itu disampaikan Anggota Bawaslu, Lolly Suhenti, ke perwakilan seluruh partai politik peserta Pemilu 2024. Seruan Bawaslu itu penting banget. Selama Ramadhan, kegiatan keagamaan kan marak banget dilakukan.
Di antaranya pengajian, santunan, sampai buka bersama. Masalahnya, semua kegiatan itu rawan dimanfaatkan untuk kampanye terselubung. Misalnya, kandidat tertentu menjanjikan uang atau materi ke calon pemilih.
Kebaikan dan kesalehan jadi modus demi mendapat dukungan suara. Sudahlah masjid digunakan untuk kampanye, politik uang pun dilakukan. Padahal dua hal itu jelas-jelas pelanggaran dalam UU Pemilu.
Yang juga diwanti-wanti Bawaslu potensi terjadinya politisasi identitas. Semangat keagamaan yang meningkat selama Ramadhan digunakan untuk menyerang kelompok politik yang berbeda.
Seruan Bawaslu itu yang penting banget. Tapi, sekedar mengeluarkan seruan tentu tidak cukup. Bawaslu juga harus menegakkan aturan dan menindak siapa saja yang melanggar. Yuk, awasi kegiatan keagamaan selama Ramadhan!



