Sedih banget ya, kekerasan terhadap anak kembali terjadi. Bahkan korbannya sampai kehilangan nyawa. Kali ini, korbannya bernama Dante, usianya baru enam tahun. Dante tewas di tangan pacar ibunya yang bernama Yudha Arfandi. Jadi, Januari lalu Dante lagi berenang sama Yudha di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur. Terus nggak lama kemudian Dante ditemukan tewas di kolam renang. Polisi lalu ngecek CCTV di area kolam renang. Dan teka-teki kematian Dante terungkap.
Yudha terekam kamera CCTV sengaja menenggelamkan korban. Dia terlihat membenamkan kepala Dante ke dalam kolam renang sebanyak 12 kali! Bahkan, kalau diitung-itung Yudha mencoba menenggelamkan kepala Dante lebih dari 20 kali. Biadab dan kejam banget ya!
Saat ini Yudha sudah ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka kasus pembunuhan. Dia dijerat pasal berlapis, salah satunya pasal pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman seumur hidup. Kematian Dante ini sangat viral dan menjadi perbincangan di jaga media sosial. Sampai-sampai ibunya, Tamara Tyasmara, juga kena hujatan netizen karena dianggap lalai menjaga sang buah hati. Bahkan, Kriminolog UI Adrianus Meliala minta polisi untuk memeriksa percakapan di ponsel Tamara Tyasmara dengan Yudha.
Katanya, ini dilakukan untuk mengungkap apakah Tamara berperan atau tidak dalam kematian Dante. Adrianus juga bilang ada sejumlah kejanggalan dari sikap Tamara. Sedih banget ya! Kekerasan pada anak masih sering terjadi di negeri ini. Mirisnya lagi, angkanya terus meningkat, pada 2023 lalu KPAI mencatat ada sekitar 2.300an lebih. Tahun lalu, seorang anak juga tewas ditenggelamkan oleh ibunya di Jabar.
Kematian Dante ini menambah panjang daftar catatan kelam kasus kekerasan anak di Indonesia. Semoga kasus ini menjadi warning bagi orang tua untuk terus mengawasi anak-anaknya. Yuk, lindungi anak-anak kita!


