Bye-Bye Surga Ganja! Thailand Kriminalisasi Lagi Pemakaian Ganja Rekreasional

Published:

Kebijakan melegalkan ganja yang bikin Thailand jadi surga buat penggunaan konsumsi rekreasional, akhirnya dicabut! Ini dilakukan karena banyak masalah yang muncul. Penggunaan ganja rekreasi ini jadi liar karena nggak ada aturan yang benar-benar ketat.

Banyak pengguna yang pakai ganja sembarangan di tempat umum. Seperti di jalan atau tempat wisata sekalipun. Ini bikin sebagian warga lokal, terutama kalangan turis merasa terganggu. Di Phuket, misalnya, banyak laporan soal bau ganja yang nyebar di mana-mana. Akibatnya banyak perusahaan wisata di Thailand yang mengusulkan bikin zona khusus pengguna ganja.

Tujuan supaya nggak mengganggu turis dan warga lokal yang merasa terganggu. Selain itu, ada tekanan dari dalam pemerintahan sendiri, terutama dari partai penguasa Pheu Thai yang dari awal udah pengen ganja diklasifikasikan lagi sebagai narkotika. Bahkan, mantan Perdana Menteri Sretha Thavisin pernah bilang di forum PBB ganja sebaiknya cuma dipake buat medis pada tahun 2023.

Karena situasi ini, pemerintah Thailand buat keputusan baru. Perdana Menteri Thailand, Paetongtarn Shinawatra, mengambil langkah mencabut legalisasi ganja rekreasional. Itu artinya, status ganja dikembalikan sebagai narkotika yang dikontrol ketat.

Pemerintah Thailand juga memutuskan untuk mengkriminalisasi lagi penggunaan ganja rekreasi. Keputusan itu diperkuat dengan aturan baru dari Menteri Kesehatan Thailand pada 24 Juni lalu. Isinya, ganja cuma boleh dipake buat keperluan medis dan harus berdasarkan resep dokter. Artinya, kalau mau pakai ganja hanya boleh dipake untuk keperluan medis. Juga harus ada resep dokter dan sertifikat medis.

Jika menggunakan tanpa persyaratan itu, pengguna ganja bisa kena hukuman, seperti denda hingga masuk penjara. Aturan baru ini juga ngatur ketat soal penjualan ganja. Toko-toko ganja hanya boleh jual ke toko lain yang punya “lisensi” atau ke orang yang punya resep dokter. Bahkan, jumlah ganja yang boleh dijual dibatasi cuma cukup buat pemakaian tiga hari.

Selain itu, ganja yang dijual harus berasal dari sumber yang udah disertifikasi pemerintah, biar kualitasnya terjamin dan nggak sembarangan. Sebelumnya, Thailand bikin gebrakan besar di Asia dengan jadi salah satu negara pertama yang “melegalkan” ganja buat penggunaan konsumsi rekreasional pada tahun 2022.

Orang-orang bisa pake ganja bukan cuma buat pengobatan. Tapi bisa juga untuk santai-santai, kayak merokok ganja di kafe, atau buat senang-senang aja. Ganja bisa ditanam, dipakai dan dijual tanpa ancaman hukum yang keras. Sejak itu, ribuan toko ganja muncul. Ganja jadi “komoditas” yang menggiurkan.

Keputusan ini awalnya diharapkan dapat “ngeboost” industri pariwisata dan pertanian di Thailand. Kebijakan terbaru Pemerintah Thailand jadi kabar baik buat warga lokal yang udah pada resah, apalagi di spot-spot wisata yang rame. Ini bisa bikin komunitas lebih aman dan terjaga.

Tapi buat anak-anak muda Indo yang ngeliatin Thailand sebagai surga buat nyantai pake ganja, ini jelas kabar yang jelek banget. Mungkin aja mereka udah ngerencanain liburan ke Thailand dengan harapan bisa santai sambil ngisep ganja, sepertinya harus mikir ulang deh. Soalnya sekarang aturannya udah ketat lagi seperti dulu.

Ayo ngacung, siapa yang udah rencanain berlibur ke Thailand dan pengen chill ngisep ganja? Yuk, hormati kebijakan baru Pemerintah Thailand soal ganja.

Artikel Terkait

Terbaru

spot_img