Cak Imin lagi nyoba ngilangin label ‘Bapak Politik Identitas’ nih pada Anies Baswedan. Cak Imin bilang kalau label itu nggak bener. Karena itu, Cak Imin terus mencoba ngilangin imaje buruk itu. Contohnya, kemarin waktu Cak Imin blusukan ke daerah Chinatown, Glodok, Jakarta Barat. Cak Imin bilang Glodok sengaja dipilih buat menepis label politik identitas yang selama ini melekat pada capresnya, Anies.
“Mas Anies menjadi gubernur yang sangat menjaga toleransi”, kata Cak Imin. Karena itu, katanya, isu politik identitas, isu intoleransi, isu diskriminasi itu nggak benar. Buktinya, katanya, selama jadi Gubernur DKI Jakarta, Anies telah memuluskan izin untuk pembangunan beberapa gereja dan vihara seperti di Glodok ini. Cak Imin juga bilang kalau Anies sudah berperan banyak dalam setiap penyelenggaraan acara Cap Go Meh dan pembangunan gapura untuk Chinatown. Karena itu cak Imin dengan tegas bilang kalau dirinya dan Anies sudah terbukti selalu menjaga toleransi dan kebhinekaan selama menjadi pejabat publik.
Saat blusukan kemarin, Cak Imin juga sempetin foto bersama warga di depan Gapura Glodok yang dulu diresmikan oleh Anies. Anies memang ramai dianggap sebagai ‘Bapak Politik Identitas’. Imaje ini muncul saat Anies memenangkan Pilkada DKI tahun 2017. Saat itu Isu SARA, politik identitas, intoleransi, dan adu domba sangat massif. Sampai-sampai mengancam kesatuan dan kerukunan antar etnis dan agama di Jakarta. Karena itu, Anies dan timnya terus berupaya ngilangin label ini.
Mereka terus membangun image kalau Anies bukan Bapak Politik Identitas. Anies terus berupaya mencitrakan diri sebagai sosok yang moderat dan toleran. Anies pergi ke gereja-gereja dan minta dukungan dari para pastor dan pendeta. Bahkan, saat di Papua Anies sampai diangkat anak oleh pimpinan komunitas Kristen Alfa Omega. Sampai-sampai Anies diberi nama Yohanes. Nah, kebetulan di Pilpres 2024 nanti Anies berpasangan dengan Cak Imin dengan nomor urut 1. Jadi nggak kaget kan kalau Cak Imin ingin ngebersihin nama Anies.
Yuk, lawan politik identitas!


