Haters Jokowi nih ada-ada aja ya gebrakannya. Kemarin, simpatisan FPI bikin Aksi 411 di Patung Kuda, Jakarta Pusat. Tuntutannya jelas: mereka desak Jokowi diadili. Gak cuma itu, mereka juga minta akun Fufufafa, yang dicurigai Wakil Presiden Gibran buat ditangkap. Ketua FPI, Muhammad bin Husein Alatas, bilang Jokowi layak diadili karena pencalonan Gibran dianggap cacat.
“Pak Prabowo harus tegas mengambil sikap atas pelanggaran yang dilakukan Jokowi dan ujaran kebencian oleh Fufufafa,” katanya.
Di aksi itu, mereka angkat juga tragedi KM 50, yang memakan korban enam anggota FPI. Bagi FPI, tragedi itu adalah pelanggaran HAM yang belum selesai di era kepresidenan Jokowi. Selain orasi, massa kirim surat berisi empat tuntutan.
Pertama, tegakkan hukum buat Jokowi atas pelanggaran Konstitusi, HAM dan KKN. Kedua, usut akun Fufufafa, yang mereka sebut ngerusak akhlak. Ketiga, minta Prabowo gak dikte-dikte ‘geng Mulyono’ dan kroninya.
Terakhir, seluruh umat Islam diminta bersatu lawan kezaliman. Surat itu udah nyampe ke Kemensetneg, tapi belum ada tanggapan resmi. Walau aksi dipimpin FPI, kabarnya Rizieq Shihab gak hadir langsung. Tapi dia pesan buat waspada kelompok “merah” yang pro Ahok, katanya.
“Jangan sampai ditunggangi,” ingat Rizieq. Menurut Rizieq, kasus Suswono beda jauh sama Ahok. Pas kasus Ahok memanas, dia gak mau minta maaf, akhirnya didemo. Sedangkan Suswono langsung minta maaf pas pernyataannya viral. FPI juga rencanain aksi lanjutan 2 Desember nanti buat Reuni 212.
Duh, kelompok 20% ini berisik ya. Yang kami maksud ini adalah kelompok yang gak masuk dengan mayoritas masyarakat yang puas sama kepemimpinan Jokowi, mencapai 80%. Mereka kayaknya emang kalap banget membenci Jokowi. Walaupun hak dia sih buat membenci Jokowi. Tapi ingat, Anda kan selalu mengklaim orang paling beriman, masa sih akan pelihara terus kebencian.
Yuk, jaga sikap kita agar tetap waras!


