DENDAM DICOPOT SEBAGAI MENAG, FACHRUL RAZI JADI ANTI-JOKOWI

Published:

Ada yang tahu Fachrul Razi? Itu tuh, mantan menteri agama yang dicopot Jokowi dan saat ini jadi pembenci Jokowi. Nah saat ini, lagi viral video pengakuan dia, kenapa dia dicopot oleh Pak Jokowi. Katanya, alasannya gara-gara dia gak setuju pembubaran FPI yang dilakukan pemerintah saat itu. Video pengakuan itu sebenernya video lama, tapi diposting ulang sama akun tiktok @inilahcom, 2 November lalu. Dalam video itu, Fachrul cerita soal gimana proses dia di reshuffle dari Kabinet Indonesia Maju di akhir 2020.

Dia bilang seminggu sebelum dirinya dicopot, ada rapat kabinet yang topiknya khusus bahas pembubaran FPI. Menurut dia, semua menteri dan kepala lembaga dalam rapat itu sepakat buat bubarin FPI. Tapi cuma dia satu-satunya yang nolak. “Jadi pada saat rapat, semua menteri dan kepala badan dan lembaga tidak ada satupun yang ngomong lain kecuali bubarkan, hanya saya satu-satunya yang menolak,” ujarnya. Katanya lagi, tiga hari setelah dia direshuffle, FPI resmi dibubarkan. Fachrul bahkan sempat bilang dia “lega” FPI dibubarkan bukan pas dia masih menjabat. Tapi dia juga nyelipin kalimat, “Alasan pastinya cuma Presiden yang tahu. Tapi katanya sangat mungkin terkait dengan penolakan pembubaran FPI.” Cerita ini murni versi Fachrul sendiri, yang dia sampaikan lewat podcast dan beberapa media.

Buat yang belum tahu, FPI alias Front Pembela Islam berdiri 17 Agustus 1998, dipimpin Habib Rizieq Shihab. Tujuan awalnya: dakwah, sosial, dan menegakkan amar ma’ruf nahi munkar. Tapi di lapangan, FPI sering bikin razia tempat hiburan malam, bentrok sama kelompok lain, dan sering ngeluarin pernyataan keras ke pemerintah. Pemerintah akhirnya bubarin FPI secara resmi pada 30 Desember 2020 lewat SKB enam menteri/lembaga. Alasan pemerintah waktu itu: ada 35 anggota dan pengurus FPI terlibat tindak pidana, beberapa di antaranya kasus terorisme. Pemerintah juga menilai FPI sering bikin rusuh, memicu intoleransi, dan bahkan dianggap ganggu kedaulatan negara lewat isu “NKRI Bersyariah.”

Kita kembali ke Fachrul Razi ya. Nah, dari sini mulai kelihatan arahnya ya. Awalnya Fachrul termasuk yang dukung Pak Jokowi. Tapi setelah dicopot, arah politiknya langsung berubah drastis. Dari kecewa, jadi oposisi. Ini misalnya bisa dilihat dari aktivitasnya belakangan ini. Bersama sejumlah purnawirawan TNI lainnya, dia ikut tanda tangan mengusulkan pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke DPR/MPR, pada Mei 2025 lalu. Dia juga kerap nyindir Pak Jokowi dan membandingkannya dengan Pak SBY. “Kalau Pak SBY beda banget sama Pak Jokowi. Begitu selesai masa tugasnya, dia nggak cawe-cawe lagi. Nah, kalau Jokowi masih aja cawe-cawe…

Pada 2 Oktober 2025, Fachrul juga ikut aksi ke depan KPK, untuk meminta menangkap dan mengadili Pak Jokowi. Waktu aksi itu dia bilang: “Kita minta supaya diambil langkah menangkap dan mengadili Bapak Jokowi. Bukti-buktinya udah ada ratusan. Kalau KPK nggak berani, saya heran juga.” Dengan diposting ulang video lama Fachrul soal dicopot gara-gara nolak bubarin FPI jadi kelihatan ya benang merahnya. Ternyata dia hanya orang yang kecewa setelah dicopot sama Pak Jokowi. Gimana menurut Anda? Coba komen di bawah ya!

Artikel Terkait

Terbaru

spot_img