Felix Siauw Bilang Di Surga, Bisa Minum Alkohol Dan Makan Babi

Published:

Di surga nanti kita semua, termasuk umat Islam, bisa minum alkohol dan makan babi. Pernyataan itu disampaikan Felix Siauw, pendakwah populer yang rajin menyebarkan pandangannya melalui media sosial. Dia melontarkannya di channel Youtube Raymond Chin. Raymond dan Felix sama-sama muslim keturunan Tionghoa. Mereka mengobrol bersama selebgram Veren Ornela dan youtuber Koiyo Cabe, yang sama-sama beragama Kristen.

Dalam salah satu bagian, Felix bertanya pada Vernel dan Koiyo: “Menurut Kristen, apa yang bisa dilakukan di surga.” Vernel tampak ragu-ragu. Sampai kemudian dengan agak malu-malu dia menjawab: “Bisa bikin konten sebelum sekolah.” Koiyo justru balik berkomentar: “Di surga sudah tidak perlu sholat kan?” Felix menjawab: “Sholat sudah bukan kewajiban.” Lalu Felix menambahkan: “Di surga bisa minum alkohol.” “Di surga ada sungai berisi alkohol..” “Di surga bisa makan babi,” tambah Felix.

Veren terkejut dan berkomentar lagi: “Jadi sebenarnya larangan makan babi itu bukan karena sebenarnya babi dilarang untuk dimakan, tapi cuma buat ujian? Dengan gembira Felix menimpali: “Veren, engkau sudah menerima inti ajaran Islam!” Veren lantas bertanya: “Jadi di surga, kita bisa bunuh orang?” Pertanyaan ini langsung disambut ketiga pria teman bicaranya dengan antusias. Felix menimpali bahwa di surga sudah tidak ada lagi yang mati.

Percakapan empat orang ini menarik untuk diikuti anak-anak muda Indonesia. Ini tentu saja jangan dilihat sebagai upaya Kristenisasi dari Felix dan Raymond. Percakapan semacam ini penting untuk membangun komunikasi antar agama. Felix sendiri dikenal sebagai aktivis HTI, dan HTI dilarang di Indonesia karena landasan organisasinya yang tidak menghargai keberagaman. HTI juga dikenal sebagai organisasi eksklusif yang membatasi interaksi sosial dengan non-muslim. Tampilan Felix saat ini menunjukkan keterbukaan dan penghargaan terhadap orang lain.

Tapi apa yang disampaikannya dalam podcast Raymond Chin bisa perlu dikoreksi. Felix terkesan terlalu simplistis mengatakan bahwa di surga, manusia bisa minum alkohol. Kalau soal babi, rasanya tidak ada rujukan Islam yang mengatakan nanti umat islam akan makan babi. Tapi kalau soal alkohol, nampaknya tafsiran Felix bisa dibicarakan ulang. Dalam al Quran, ada surat As-Saffat ayat 45-47 yang mengatakan bahwa di surga, memang ada arak atau khamr. Tapi dalam surat itu dikatakan bahwa arak di surga berbeda dengan yang ada di dunia. Arak surga digambarkan berwarna putih, rasanya sedap, dan tidak memabukkan. Arak itu digambarkan diperoleh dari sungai yang mengalir. Tapi jangan bayangkan itu berarti di surga, orang bisa bermabuk-mabukkan dan melakukan pesta alkohol. Bisa dibilang arak di surga itu adalah minuman non-alkohol.

Contoh ini menunjukkan betapa pentingnya berhati-hati dalam melakukan penafsiran Islam. Tapi kasus Felix ini masih lumayan tak bermasalah. Tahun 2017, ada ustad muda bernama Syamsuddin Nur Makkah yang buat pernyataan jauh lebih kontroversial. Di layar Trans TV, dia mengatakan nanti di surga akan ada pesta seks. Dia belakangan minta maaf secara terbuka. Tapi ini menunjukkan penting sekali untuk berhati-hati dalam berdakwah. Ayo Ustad Felix! Antum bisa!

Artikel Terkait

Terbaru

spot_img