GEGARA TEGUR ANAK WALI KOTA KE SEKOLAH BAWA MOBIL, KEPSEK SMPN 1 PRABUMULIH SEMPET DICOPOT?

Published:

Wali Kota Prabumulih, Sumatera Selatan, H Arlan lagi jadi sorotan netizen nih. Soalnya, dia diduga mengganti Kepala SMPN 1 Prabumulih, Roni Ardiansyah. Kabar yang beredar, mutasi itu ada hubungannya sama insiden teguran Roni ke seorang siswa yang bawa mobil ke sekolah. Nah, siswa itu disebut-sebut anak Wali Kota Arlan. Infonya, si anak nggak terima ditegur, terus laporan ke orang tuanya. Abis itu, kepsek langsung diganti, bahkan satpam sekolah juga ikut dipindahin. Lah, masih SMP udah bawa mobil ke sekolah? Gimana nggak bikin heboh!

Kabar ini jadi rame gara-gara video momen “perpisahan” Roni viral di sosmed pada 15 September. Di video itu keliatan murid-murid nangis sambil lari nyamperin kepseknya satu per satu. Banyak yang ngira itu acara perpisahan resmi, padahal Roni bilang itu spontan aja direkam guru, soalnya anak-anak udah dengar isu dia bakal dicopot.

Pas ditanya soal dugaan dicopot gara-gara menegur anak pejabat, Roni nggak mau konfirmasi. “Intinya saya sudah sertijab, saya ikhlas, karena memang penyebabnya saya buat kebijakan. Saya sangat menghormati keputusan pimpinan,” kata Roni. Kepala Dinas Pendidikan Prabumulih, A. Darmadi, ngaku emang ada pergantian. “Benar, pergantian ini merupakan permintaan langsung dari Pak Wali Kota,” kata Darmadi, Tapi dia bilang, mutase ini bukan gara-gara teguran anak wali kota, cuma alasan “penyegaran” aja. “Bukan karena hal itu. Ini hanya untuk penyegaran di lingkungan SMPN 1 Prabumulih,” tegasnya.

Meski begitu, mutasi ini tetap dikritik. Pengamat Pendidikan Sumatera Selatan, Suherman, bilang harusnya kepsek malah didukung kalo menegur siswa yang salah. Apalagi aturan jelas, anak SMP nggak boleh bawa kendaraan bermotor. Polisi juga diminta jangan tebang pilih.

Gara-gara isu makin panas, Wali Kota Arlan akhirnya muncul dan minta maaf ke publik. Dia bilang berita Roni dicopot itu hoaks, katanya dia cuma negur Roni soal masalah lain di sekolah. Arlan juga mengklaim kalau berita anaknya bawa mobil itu hoaks, anaknya selalu diantar, nggak pernah nyetir sendiri. “Kalau ini menjadi suatu kesalahan, saya selaku wali kota Prabumulih mengucapkan permohonan maaf kepada pak Roni dan seluruh masyarakat,” katanya.

Di tengah viral, ajudan Presiden Prabowo Subianto, Rizky Irmansyah, turut memantau permasalahan. Awalnya dia repost video dukungan murid ke kepsek, bilang mau ngecek langsung kasusnya. Sehari kemudian, 16 September, dia ngumumin di Instagram kalau masalah udah kelar. “Sudah selesai ya. Kepala sekolahnya akan kembali bertugas ke sekolah asal, dan satpamnya juga akan kembali bertugas di sekolah asal,” tulis Rizky.

Kalau kasusnya benar, mestinya gak cukup sekedar Walikota itu meminta maaf dan membatalkan penggantian Roni. Mestinya, Kemendagri memberi peringatan keras kepada Walikota itu. Karena jelas, tindakan walikota Arlan itu bentuk arogansi dari seorang pejabat. Apalagi yang dilakukan kepala sekolah dan security itu adalah tindakan yang benar. Untung saja netizen bersuara. Kalau tidak, mungkin penggantian itu tetap akan berjalan. Bahkan bisa jadi karier Roni sebagai ASN akan dihambat. Yuk Pak Mendagri, agar kejadian tidak terulang, tindak tegas pejabat yang bertindak sewenang-wenang dan arogan. Masyarakat butuh pemimpin yang bijak, bukan pemimpin arogan!

Artikel Terkait

Terbaru

spot_img