HATERS GIBRAN INI DEG-DEGAN KARENA TAKUT GIBRAN BIKIN MALU INDONESIA DI KTT G-20

Published:

Seorang haters Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka bilang dia takut Mas Gibran malu-maluin Indonesia di KTT G-20. Dia juga ngaku deg-degan, takut bahasa Inggrisnya Mas Gibran jelek. Hmm.. Apa iya jelek? Nama haters itu Didi Lionrich.

Lewat akun tiktoknya, 22 November lalu, Didi bilang kalau akhirnya Presiden Prabowo memerintahkan Wapres Gibran buat mewakili Indonesia di KTT G-20. Tapi masalahnya, katanya, Gibran yang berangkat, tapi dia yang deg-degan. “Semoga aja itu orang ga bikin malu nama Indonesia” katanya. “Tapi buat jaga-jaga, kita juga harus siap-siap kalau ternyata itu orang bikin malu nama Indonesia” lanjutnya.

Didi juga berharap ada satu momen dimana Mas Gibran ngomong pake bahasa inggris. “Secara, dia kan katanya lulusan luar negeri. Masa ga bisa pake bahasa Inggris?” kata Didi. Netizen pun ramai-ramai berkomentar. “Ngapain deg-degan om… presiden aja percaya” tulis seorang netizen. “Jangan nyepelein orang dong, Emang kamu lebih bagus dari Gibran” tulis netizen lain. “Beda ya mengkritik sama menghina” tulis yang lain.

Fyi, Mas Gibran resmi ditunjuk mewakili Indonesia di KTT G20 karena Presiden Prabowo gak hadir. Lokasinya di Johannesburg Expo Centre, Afrika Selatan. Acaranya berlangsung tanggal 22–23 November 2025.

Buat tahu, G20 itu forum antar-pemerintah yang terdiri dari 19 negara serta dua organisasi regional (European Union dan African Union). Forum ini dibuat untuk membahas isu-ekonomi global dan kemudian berkembang ke isu-yang lebih luas seperti pembangunan berkelanjutan, perubahan iklim, inovasi teknologi, dan stabilitas keuangan. Puncaknya disebut G20 Summit/KTT G20, tempat para pemimpin negara bikin komitmen global.

Nah, Mas Gibran hadir di sesi pleno ke-3 dengan tema: “Masa Depan yang Adil dan Berkeadilan untuk Semua – Mineral Kritis, Pekerjaan Layak, dan Kecerdasan Artifisial (AI)”. Dalam pidatonya mewakili Indonesia, Mas Gibran menegaskan bahwa perkembangan teknologi (terutama AI) harus inklusif dan berkeadilan. Mas Gibran bilang AI bakal menentukan kekuatan ekonomi dalam beberapa dekade ke depan, tapi sekarang manfaat AI masih dikuasai negara maju dan perusahaan besar.

Dia juga bahas soal mineral kritis, chip, dan pusat data, yang ironisnya banyak bahan mentahnya dari negara berkembang. Selama ini negara berkembang cuma ekspor bahan baku, tapi negara maju nikmatin nilai tambahnya. Jadi Indonesia dorong sistem global yang lebih adil, kayak pelatihan ulang pekerja, upah layak, perlindungan sosial, kesetaraan gender, dan akses teknologi.

Mas Gibran nyebut Afrika (spesifiknya Afrika Selatan) sebagai mitra strategis Indonesia. Dia bilang: “Africa is the future.” Karena potensinya gede, populasinya tumbuh, dan bisa jadi pintu masuk Indonesia ke pasar Afrika.

Terlepas dari isi pidatonya Mas Gibran, dia pidato pake bahasa Inggris loh. Dan bukan cuma berbahasa inggris—tapi lancar dan clean. Ini Mas Gibran loh ya yang ngomong pake bahasa Inggris, bukan AI, bukan juga robot. Pesannya dapet, delivery-nya oke, substansinya tegas.

Jadi gimana, Mas Didi, masih deg-degan gak? Mas Gibran bikin malu Indonesia atau anda yang malu karena salah prediksi? Next time kritik boleh… tapi jangan ngeremehin gitu dong.

KATEGORI: PENCERAHAN

Artikel Terkait

Terbaru

spot_img