Heboh Santri di Langkat Bakar Guru Karena Sering Dibully

Published:

Kabar mengerikan datang dari Pondok Pesantren di Langkat, Sumatera Utara. Seorang santri berinisial FAZ (17) membakar pengurus ponpes yaitu Aulia Rizki. Aksi ini terjadi pada Sabtu, 5 Oktober jam 3 subuh. Saat itu korban lagi bertugas piket jaga malam. Saat korban tertidur, pelaku mulai melancarkan aksinya. Pelaku mengambil karpet dan masukin ke kamar korban yang nggak terkunci. Kemudian pelaku membakarnya. Karpet itupun terbakar dan merembet ke tubuh korban.

Akibatnya korban mengalami luka bakar mencapai 60 persen tubuhnya. Untuk menutupi aksinya, saat diperiksa pelaku pun mengarang cerita kalau dia melihat orang lari ke arah kebun sawit sesaat sebelum terjadi kebakaran. Saat kejadian, dia pun mencoba mengelabui dengan pura-pura minta bantuan dan ikut membantu memadamkan api serta mengevakuasi korban. Tapi polisi menemukan kejanggalan dari cerita pelaku. Diperkuat dengan kesaksian dari santri juniornya, kalau dia pernah diminta untuk membeli pertalite dua atau tiga hari sebelumnya oleh pelaku.

Polisi pun akhirnya menetapkan FAZ sebagai tersangka. Polisi mengungkap pelaku membakar korban karena sakit hati sering dibully korban. Seperti: pelaku sering bully fisik korban. Kalau ada pelanggaran yang dilakukan bukannya dinasehati, malah diekspos di depan santri lainnya. Pelaku juga merasa sering difitnah melakukan pelanggaran, padahal korban merasa gak pernah ngelakuin itu.

Kini FAZ sudah ditangkap dan ditahan pada Rabu, 9 Oktober serta resmi ditetapkan sebagai Anak Berkonflik dengan Hukum. FAZ dijerat Pasal 187 UU Sistem Peradilan Pidana Anak dengan ancaman 7 tahun penjara. Apa yang dilakukan FAZ sama sekali nggak dibenarkan ya. Tapi kalo sampe motif pembakaran ini benar karena sakit hati, harusnya pihak ponpes mesti berbenah juga. Kalaupun bikin salah, seharusnya ditegur, bukan malah dipermalukan di depan umum.

Semoga ini bisa menjadi refleksi untuk kita semua. Stop kekerasan di dunia pendidikan!

Artikel Terkait

Terbaru

spot_img