LAPORKAN PEMERKOSAAN DIRINYA, PEREMPUAN INI MALAH DILAPORKAN BALIK OLEH TERDUGA PELAKU

Published:

Seorang perempuan yang berani speak up soal dugaan pemerkosaan yang dia alami di sebuah club malam justru dilaporkan balik oleh pria yang dia tuduh sebagai pelaku. Laporan balik itu dilayangkan dengan tuduhan fitnah dan pencemaran nama baik. Nama perempuan itu, Cinta Ruhama Amelz atau dipanggil Tara. Lewat akun Instagram pribadinya pada 22 Februari lalu, Tara bilang dia resmi dilaporkan balik setelah dia mengungkap pengalaman yang dia alami dan menyebut identitas orang yang dia tuduh sebagai pelaku.

Tara bilang, ketika seseorang berbicara tentang kekerasan seksual yang dia alami, sering kali yang terjadi bukan cuma bantahan. Menurutnya, yang muncul juga bisa berupa tekanan dan serangan balik. “Dilaporkan, ditekan, dibuat lelah secara mental dan hukum. Situasi seperti ini bukan hal yang asing dalam banyak kasus,” katanya. Meski begitu, Tara negesin dia nggak akan mencabut apa yang sudah dia sampaikan. Tara speak up berdasarkan pengalaman yang dia alami dan dia siap mempertanggungjawabkannya secara hukum.

Tara juga mempertanyakan dampaknya jika setiap korban yang speak up justru langsung dilaporkan balik. Menurutnya, hal seperti itu bisa membuat korban lain makin takut untuk bersuara. Bahkan banyak yang melihatnya sebagai bentuk upaya pembungkaman terhadap korban. Dalam unggahan lain pada 12 Maret, Tara kembali negesin, dirinya adalah penyintas kekerasan seksual yang sedang menempuh proses hukum untuk mencari keadilan. Dia telah membuat laporan atas dugaan pemerkosaan yang dia alami.

Tara juga bilang sebagai korban, dia dilindungi oleh Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS). Dalam undang-undang itu, korban memiliki perlindungan hukum, termasuk perlindungan dari kriminalisasi ketika mereka menceritakan pengalaman kekerasan yang dialaminya. Tapi saat ini Tara justru menghadapi laporan balik dengan tuduhan pencemaran nama baik. Bahkan sudah nerima undangan dari kepolisian untuk dimintai keterangan terkait laporan tersebut. Dia mengajak masyarakat untuk ikut mengawal kasus ini. Menurutnya, pengawalan publik bukan untuk menyerang siapa pun atau menebar kebencian, tapi supaya suara korban tidak dibungkam lewat tekanan hukum.

Buat yang belum mengikuti kasusnya dari awal, Tara sebelumnya sempat membuat unggahan pada 15 Februari. Dalam postingan itu, dia secara terbuka mengungkap identitas pria yang ia tuduh sebagai pelaku pemerkosaan. Langkah itu dia sebut sebagai bentuk perlawanan. Tara merasa selama proses hukum berjalan, dia justru mengalami tekanan, pembungkaman, dan ketidakjelasan. Menurutnya, pengungkapan identitas itu dilakukan agar publik tahu siapa orang yang ia tuduh, sekaligus untuk meningkatkan kewaspadaan di lingkungan sosial dan profesional, agar tidak ada korban lain di kemudian hari.

Dia ngaku sejak melaporkan kasus ini ke polisi, tekanan sosial yang dia rasakan cukup berat. Mulai dari upaya intimidasi melalui relasi dan pengaruh dari pihak terduga pelaku, termasuk pendekatan ke lingkungan pertemanan suaminya dan hambatan terhadap karier keluarganya. Selain itu, muncul berbagai narasi yang beredar di publik yang tidak sesuai dengan fakta, bahkan upaya memutarbalikkan kronologi kejadian. Karena itu dia memilih menyampaikan versinya sendiri secara terbuka di media sosial. Untuk kronologi lebih lengkapnya, bisa dilihat di postingan Instagram Tara, pada 17 Februari.

Kekerasan seksual adalah kejahatan serius. Kalau memang terbukti benar terjadi, pelakunya harus dihukum seberat-beratnya. Karena tindakan seperti itu merusak hidup korban dan tidak boleh ditoleransi dalam bentuk apa pun. Kepolisian juga semestinya tidak memproses laporan itu, sebelum proses hukum yang diadukan Tara selesai, sebagai bentuk perlindungan bagi korban. Hal ini dilakukan agar seorang korban berani speak up. Tara sendiri memilih tidak mencabut laporannya, ini menunjukkan kebenaran atas peristiwa yang dia alami. Untuk Tara, tetap semangat dan jangan gentar. Perjuangan mencari keadilan memang tidak mudah. Kita ikut kawal kasus ini, semoga kebenaran pada akhirnya menemukan jalannya!

Artikel Terkait

Terbaru

spot_img