Pahlawan Indonesia makin dikenal di kancah internasional nih. UNESCO baru aja netapin hari lahir dua pahlawan Indonesia jadi perayaan internasional. Mereka adalah Keumalahayati dan Ali Akbar Navis. Di Indonesia sendiri, dua nama ini mungkin gak terlalu terkenal ya. Tapi di mata UNESCO, mereka adalah pahlawan yang perlu dikenang di seluruh dunia.
Btw, buat yang belum tahu, Keumalahayati adalah laksamana laut perempuan pertama dalam sejarah Indonesia dan Asia Tenggara. Dia diakui sebagai pahlawan nasional atas keberanian, kepemimpinan dan kontribusinya dalam membela tanah air. Dia pernah melakukan perlawanan terhadap kolonialisme Portugis di perairan Teluk Haru dekat Selat Malaka pada tahun 1586. Sedangkan, Ali Akbar Navis atau yang akrab dikenal A.A. Navis merupakan seorang penulis, kritikus budaya dan politikus terkemuka Indonesia. Dia juga menjadi guru bagi penulis lain selama hidupnya. Salah satu contoh karyanya yang terkenal adalah cerita pendek (cerpen) Robohnya Surau Kami pada tahun 1955.
Penetapan keduanya diumumkan langsung oleh Direktur Jenderal UNESCO, Audrey Azoulay, di hari penutupan Sidang Umum UNESCO ke-42 di Paris, Prancis. Ada sejumlah kriteria dalam menetapkan hari lahir seorang pahlawan sebagai perayaan internasional. Salah satunya, apa yang dilakukan tokoh-tokoh tersebut berkesinambungan dengan cita-cita dan misi UNESCO. Cita-cita dan misi UNESCO yang dimaksud adalah di bidang pendidikan, budaya, ilmu pengetahuan alam, ilmu sosial dan kemanusiaan. Tokoh yang terpilih juga dianggap memiliki dampak besar bagi negara atau dunia.
Keumalahayati dan Ali Akbar Navis dinilai memenuhi kriteria-kriteria itu. Pencalonan kedua nama itu juga didukung oleh empat negara lain: Malaysia, Rusia, Thailand, dan Togo.
Keren banget ya! Kita berharap ada lagi nama-nama lain dari Indonesia yang bisa dikenal dan dikenang jasanya oleh seluruh dunia. Yuk, dukung pahlawan nasional kita untuk terus mendunia. Bangga jadi bagian dari Indonesia!


