Jangan Lupa! Tragedi di Palestina Juga Terjadi di Papua

Published:

Karena konflik di Papua tak kunjung usai, delapan tokoh serukan perdamaian. Mereka adalah istri almarhum Gus Dur, Sinta Nuriyah, Guru Besar Filsafat Franz Magnis Suseno; Makarim Wibisono. Yang lainnya mantan Ketua MA Marzuki Darusman; dan Ketua Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Alissa Wahid. Ada juga Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti; Ketua Konferensi Waligereja Indonesia Mgr Siprianus Hormat; dan Ketua Umum PGI Gomar Gultom.

Para tokoh itu menyerukan agar penyelenggara negara bekerja sama dengan semua komponen bangsa untuk kembali memulai penjajakan menuju dialog damai. Menurut mereka ada sejumlah persoalan yang perlu dibicarakan, mulai dari pengungsian, kelaparan, ketidakadilan, dan berbagai bentuk pelanggaran HAM. Delapan tokoh ini menyampaikan, konflik di Ukraina dan Palestian tetap perlu mendapat perhatian.
Tapi jangan sampai melupakan krisis yang terjadi di negara sendiri. “Krisis yang terjadi di sana, dapat kita lihat dengan dekat di Tanah Papua,” ujar Gomar Gultom dari PGI.

Menurutnya Papua terus dinodai oleh konflik bersenjata dan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Akibatnya, kerusakan alam, kepunahan satwa langka, dan penderitaan masyarakat terus terjadi. Karena itu, dialog damai harus segera dilakukan, untuk mengakhiri penderitaan masyarakat Papua.

FYI, konflik Papua terjadi karena ada sejumlah kelompok di sana menginginkan kemerdekaan Papua. Ini terjadi, sejak diserahkannya Papua ke Indonesia oleh Belanda. Para separatis terus melakukan berbagai upaya untuk mengganggu keamanan di sana. Termasuk menyerang perusahaan yang berdiri di sana, bahkan menculik dan menyandera orang asing. Menghadapi situasi itu pemerintah Indonesia melakukan operasi militer di sana. Tak terhindarkan, masyarakat sipil ikut menjadi korban konflik itu.

Demi akhiri penderitaan masyarakat Papua, yukk kita dorong perdamaian di Papua!

Artikel Terkait

Terbaru

spot_img