Vasektomi itu ternyata bukan masalah besar buat pria. Ini yang disampaikan seorang content creator di Instagram. Nama akunnya lucu: @kegoblogan.unfaedah. Akun ini punya 2,3 juta follower. Di salah satu postingannya dia bicara soal pengalaman pribadinya melakukan vasektomi.
Vasektomi ini kan jadi rame dibicarain gara-gara dijadiin syarat untuk memperoleh bansos oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Tapi banyak orang mengecam Kang Dedi karena persyaratan vasektomi itu dianggap melanggar hak asasi manusia. Vasektomi itu dianggap bukan hanya mencegah pembuahan, tapi juga bahkan membuat pria impoten dan loyo. Proses vasektominya pun dianggap rumit dan mengkhawatirkan. Testimoni akun IG ini menunjukkan anggapan-anggapan itu tak berdasar.
Si kegoblogan.unfaedah ini sudah dua punya anak. Dan dia melakukan vasektomi karena rasa cintanya pada istri dan anak-anaknya. Di dalam postingan ini, dia menceritakan pengalaman pribadi. Dia baru saja menjalani vasektomi beberapa waktu lalu. Dia menyebut vasektomi sebagai prosedur kecil untuk pria yang tidak ingin punya anak lagi. Dia bilang dia melakukan vasektomi karena keluarganya sudah lengkap. Dia memiliki dua anak, satu laki-laki dan satu perempuan. Keputusan vasektomi itu dicapai setelah dia diskusi panjang dengan istri. Sebelumnya istrinya udah pakai IUD tapi nggak cocok. IUDnya turun dan pendarahan.
Dia lantas mencari tahu selama dua tahun dan konsultasi dengan 4 dokter berbeda. Awalnya dia berencana vasektomi 5 tahun lagi setelah IUD istri dilepas. Tapi karena situasi berubah, ya dia jalankan sekarang. Dia mengaku proses vasektomi itu santai dan cepat. Konsultasi sebentar sama dokter urologi, cek kesehatan, lalu menjalani vasektomi. Prosedur cepat, tidak berasa apa-apa karena dibius. Pulang di hari yang sama. Sama sekali nggak sakit, tulisnya. Nyerinya pas dipasang jarum infus aja. Bahkan dia tidak merasa ada after-effect serius. Cuma butuh istirahat 3 hari di rumah. Dia bilang vasektomi nggak akan mempengaruhi gairah dan kemampuan seksual. Menurutnya, vasektomi dia lakukan bukan cuma soal gak mau nambah anak, tapi soal rasa aman, tanggungjawab, dan saling menghargai dengan pasangan.
Dia memang sempat berpikir, gimana kalau istrinya meninggal lebih cepat, lantas dia menikah dengan perempuan lain, dan perempuan itu menginginkan anak darinya. Tapi kemudian dia singkirkan pikiran itu. Menurutnya, bukankah sebaiknya dia hadir penuh untuk keluarga yang sudah ada. Jadi daripada mikirin ‘what if’ mendingan focus pada ‘hari ini aku ada buat mereka’. Di akhir postingan, dia menulis: I do it for her, and one day they will understand. Postingan ini sungguh menyentuh dan juga informatif.
Para netizen pun menyambutnya dengan positif. Seorang netizen berkomentar: “Pria yang sangat bertanggungjawab dengan dirinya dan keluarganya”. “All I see is a man who loves his wife,” kata yang lain. “Emang beda kalau cowonya pengetahuannya luas,” ujar netizen lain lagi. Bisa dibilang, ini adalah konten yang diperlukan untuk membuka mata seluruh netizen.
Indonesia harus terus mengendalikan laju kelahiran. Dan vasektomi pada pria adalah salah satu metode Keluarga Berencana yang paling efektif untuk mencegah kelahiran. Terimakasih bro!


