Keren! Desa Mandiri Ini Bagi THR dan Bantuan Sosial Lainnya ke Warganya

Published:

Pemerintahan desa di Karanganyar, Jawa Tengah, ini keren banget. Mereka membagikan THR alias Tunjangan Hari Raya kepada seluruh warganya. THR itu berasal dari dana desa yang dikelola secara profesional. Nama desa adalah Desa Berjo di Kecamatan Ngargoyoso. Jadi, pemerintah Desa Berjo membagikan THR kepada seluruh warganya menjelang Idul Fitri 2026. Total yang dikucurkan mencapai Rp723 juta! Dari 1.446 kepala keluarga, masing-masing mendapatkan Rp500 ribu.

Penting dicatat, dana itu bukan semata-mata berasal dari Dana Desa yang bersumber dari APBN yang dialokasikan untuk pembangunan, pemberdayaan masyarakat, serta penyelenggaraan pemerintahan desa. Lebih dari itu, Pemerintahan Desa Berjo mengelola secara profesional potensi wisata di wilayahnya. Just info, Desa Berjo memiliki dua destinasi wisata alam andalan mereka, yaitu Air Terjun Jumog dan Telaga Madirda. Dua destinasi wisata alam ini selalu ramai dikunjungi wisatawan. Desa Berjo lalu membentuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk mengelola dua destinasi wisata itu. Dari situ, Desa Berjo menghasilkan Pendapatan Asli Desa alias PADes. PADes itu terkumpul cukup besar dan dikelola untuk kepentingan warga, bukan elite desa.

Pembagian THR sendiri berlangsung selama dua hari, yaitu 2-3 Maret lalu. Kepala Desa Berjo, Dwi Haryanto, menegaskan ini bukan program dadakan. THR ini sudah jadi agenda tahunan yang sudah berjalan dua tahun berturut-turut. Tahun sebelumnya pun nominalnya sama, Rp500 ribu per rumah. Perlu dicatat ya, bantuan ini dihitung per rumah tinggal, bukan per jumlah KK dalam satu atap. Kebijakan itu diambil karena beban sosial seperti iuran RT dan kerja bakti memang dihitung per bangunan. Jadi adil dan konsisten dengan sistem sosial yang sudah berjalan di masyarakat.

Tapi pembagian THR ke warga bukan satu-satunya kebijakan pro-rakyat yang dilakukan Pemerintahan Desa Berjo! Ketua Tim Percepatan Desa Berjo, Wahyu Budi Utomo, membeberkan tiga program unggulan yang sudah berjalan sejak 2025. Pertama, program Semua Bisa Sarjana atau beasiswa kuliah untuk warga desa. Sudah ada 694 pelajar yang menerima beasiswa dari program ini dengan total anggaran hampir Rp1 miliar. Kedua, program Semua Bisa Sehat atau layanan kesehatan gratis berbasis ambulans dan mobil siaga 24 jam. Sepanjang 2025, sudah ada 624 layanan mobilisasi kesehatan gratis yang diberikan kepada warga. Ketiga, program Semua Bisa Sejahtera atau BLT senilai Rp600 ribu per tahun untuk kelompok rentan. Penerima manfaatnya adalah 275 keluarga dari kalangan lansia, yatim, dan kelompok rentan lainnya. Total anggaran untuk program ini saja sudah mencapai Rp165 juta di tahun 2025.

Semua program ini bukan sekadar janji kampanye saja, tapi sudah terwujud nyata di lapangan. Ini membuktikan bahwa desa yang dikelola dengan transparan dan kreatif bisa mandiri secara finansial. Berbeda dengan desa-desa yang masih bergantung penuh pada kucuran dana pusat. Desa Berjo adalah contoh konkret bahwa potensi lokal kalau dimaksimalkan bisa mensejahterakan rakyat! Nggak perlu korupsi, nggak perlu manipulasi. Cukup kelola dengan amanah dan kerja keras. Ini juga bukti bahwa BUMDes bisa jadi mesin ekonomi desa yang sesungguhnya. Wisata dikelola dan hasilnya dikembalikan ke warga dalam bentuk nyata yang terasa langsung. THR, beasiswa, dan kesehatan gratis. Kalau Desa Berjo bisa mandiri dan mensejahterakan warganya, sudah seharusnya desa-desa lain juga bisa melakukan hal serupa. Salam hormat untuk Pemerintahan Desa Berjo!

Artikel Terkait

Terbaru

spot_img