Klinik di Tasikmalaya ini Abaikan Keselamatan Calon Ibu dan Bayinya

Published:

Klinik di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, ini keterlaluan banget. Bener-bener nggak punya hati nurani. Jadi, ada calon ibu bernama Nisa yang sudah merasakan kontraksi. Dia dibawa suami dan keluarganya ke Klinik Alifa pada 13 November lalu. Di klinik, calon ibu itu nggak dilayani dengan baik. Bidan yang berjaga di klinik, bernama Dwi, malah sibuk main handphone. Saat dicek, kata bidan itu, baru pembukaan 2. Bidan itu lalu menyuruh calon ibu itu dan keluarganya untuk pulang. Tapi, mereka balik lagi ke klinik jam 8 malam ketika calon ibu itu ngerasain sakit yang luar biasa.

Bidan itu masih bersikeras baru pembukaan 2 dan akan diperiksa lagi di jam 12 malam. Jam 10, saat calon ibu itu mau buang air kecil, dia mengalami pendarahan dan ketubannya pecah. Calon ibu lalu dibawa ke ruang persalinan. Masalahnya, proses persalinan itu sangat nggak profesional. Persalinan diserahkan kepada mahasiswa yang sedang praktek, sementara bidan yang berjaga lagi-lagi hanya sibuk main handphone aja. Yang lebih menyedihkan, sang bayi lahir prematur. Tapi sang bayi dimasukkan ke dalam inkubator cuma 4 jam. Padahal, idealnya kurang lebih 7 hari.

Dengan kondisi yang mengkhawatirkan itu, sang bayi malah dimandikan dan sempat dijadikan objek foto tanpa izin orang tuanya. Setelah itu, ibu dan sang bayi dipulangkan, tanpa berkas maupun surat untuk kontrol kembali. Pasien bahkan dikasih tagihan sebesar Rp1 juta tanpa kwitansi. Padahal, pasien pengguna Kartu Indonesia Sehat (KIS). Nggak lama di rumah, kondisi kesehatan sang bayi terus menurun. Pihak keluarga sempat menelepon pihak klinik, tapi nggak diangkat.

Saat didatangi, klinik yang katanya 24 jam itu malah tutup. Sampai akhirnya seseorang keluar dari klinik itu dan memeriksa bayi yang ternyata sudah meninggal. Nggak terima dengan perlakuan pihak klinik, kakak ibu bayi itu viralin kasus ini dan melaporkannya ke pihak berwajib. Setelah viral, klinik sempat mendatangi rumah ibu bayi itu dan pengen balikin uang satu juta rupiah. Pihak keluarga bersikeras nggak mau berdamai dan menunggu proses hukum.

Duh, kok bisa ya klinik dan tenaga kesehatan sekejam itu? Apa mereka nggak mikir bahwa mereka berhadapan dengan nyawa manusia? Semoga klinik dan bidan yang nggak bertanggung jawab itu dapat hukuman yang setimpal. Dan semoga pasien bisa mendapatkan keadilan.

Yuk, kita kawal terus kasus ini!

Artikel Terkait

Terbaru

spot_img