Kok Bisa Dua Komunitas Lari Bagi-bagi Bir Gratis di Acara Lari di Bandung?

Published:

Pocari Sweat Run 2025 di Kota Bandung jadi sorotan. Bayangin, di acara lari itu dibagiin minuman beralkohol gratis. Lho, lho??!! Jadi, Pocari Sweat Run 2025 di Kota Bandung diadain pada 19-20 Juli lalu.

Masalahnya, ada yang kontroversial di sekitar 500 meter sebelum garis finish. Ada 2 komunitas lari yang bagi-bagi bir gratis ke peserta. Dua komunitas itu adalah Free Runners Bandung dan Pace & Place.

Bir itu dituang ke gelas plastik bening tanpa label dengan papan bertuliskan “Grab Your Beer”. Banyak pelari yang nggak nyangka minuman yang mereka ambil ternyata bir. Ada yang mengira itu air teh atau minuman bervitamin. Apalagi gelasnya polos tanpa keterangan. Postingan video dan foto bir dibagikan ke peserta beredar di media sosial.

Postingan itu viral dua hari setelah acara, pada 22 Juli lalu. Acara Pocari Sweat Run 2025 jadi sorotan. Nggak sedikit netizen yang bereaksi negatif. Momen pembagian bir dianggap nggak pantas dan dianggap melanggar norma budaya dan aturan di sana. Apalagi di acara olahraga yang seharusnya promosiin gaya hidup sehat.

“Ini kan acara olahraga, kok malah bagi-bagi bir? Nggak masuk akal!” seorang netizen. “Bubarkan aja atuh komunitas nya,” komen yang lain. “Jangan ada lagi Run Pocari..di Bandung,” komen lainnya. “Proses hukum,” timpal yang lain.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, juga ikut angkat bicara. Menurutnya, pemerintah nggak bisa langsung menegur komunitas karena ini urusan internal mereka. “Tapi kalau lihat di media sosial, mereka udah kena sanksi sosial dari netizen,” kata Farhan pada 22 Juli lalu.

Komunitas Free Runners Bandung akhirnya buka suara lewat akun Instagram mereka, @freerunners_bdg. Mereka mengakui kesalahan dan meminta maaf atas aksi yang dianggap nggak mencerminkan norma budaya lokal. Menurut mereka, bir disediakan oleh Pace & Place, mitra pendukung acara. Free Runners Bandung lalai mengizinkannya.

“Kami memohon maaf sebesar-besarnya dan berkomitmen untuk perbaikan ke depan agar kegiatan sesuai norma masyarakat,” tulis mereka. Santi dari Free Runners menjelaskan dua hari sebelum lomba, mereka ditawari kerja sama oleh Pace & Place. Komunitas lari ini yang menyediakan meja, audio, dan bir untuk cheering zone.

“Kami baru sadar itu salah setelah kegaduhan ini,” katanya. Santi bilang, mereka pembagian bir nggak memaksa. “Yang mau ambil boleh, yang nggak ya nggak apa-apa, kami nggak maksa,” ujarnya.

Pace & Place juga nggak lepas dari sorotan. Mereka mengakui kesalahan dan menyampaikan permintaan maaf ke penyelenggara. Menurut perwakilan Pace & Place, Ruben, pembagian alkohol atas inisiatif mereka sendiri tanpa izin dan sepengetahuan penyelenggara.

Pihak penyelenggara Pocari Sweat Run 2025, PT Amerta Indah Otsuka, merasa dirugikan dengan aksi 2 komunitas lari itu. Direktur Marketing, PT Amerta Indah Otsuka, Puspita Winawati bilang pembagian bir dilakukan tanpa sepengetahuan atau izin panitia.

“Kami sangat menyayangkan, karena acara ini untuk promosi gaya hidup sehat, tapi malah tercoreng,” katanya. Mereka bahkan berencana memasukkan Free Runners ke daftar hitam (blacklist) agar nggak bisa ikut acara Pocari Sweat berikutnya.

Belakangan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bertindak tegas. Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, mengumumkan sanksi untuk Free Runners Bandung dan Pace & Place pada 24 Juli lalu. Dua pihak itu masing-masing didenda Rp 5 juta berdasarkan Perda Nomor 9 Tahun 2019 tentang Ketertiban Umum, Ketentraman, dan Perlindungan Masyarakat.

Mereka juga diminta membuat permohonan maaf terbuka di media massa. Khusus untuk Free Runners, juga disanksi melakukan kerja sosial dengan membersihkan area Balai Kota Bandung selama dua minggu. Pemkot Bandung juga memperingatkan penyelenggara acara, Pocari Sweat, untuk lebih ketat soal perizinan dan pengawasan.

“Kami nggak mau kejadian ini terulang. Semua harus patuh pada aturan,” tegas Erwin.

Apa yang terjadi pada acara Pocari Sweat Run 2025 harus jadi pelajaran penting buat semua pihak ya. Bagi-bagi bir dalam acara itu jelas tindakan konyol, kontroversial, melanggar aturan. Apalagi itu dilakukan di event olahraga yang promosiin gaya hidup sehat.

Semoga 2 komunitas lari yang jadi pelaku dari insiden ini mau membenahi diri. Yuk, bijak dalam bertindak!

Artikel Terkait

Terbaru

spot_img