Jakarta, PIS – Kalian wajib tahu nih tokoh di Google Doodle pada Rabu kemarin. Namanya Raden Ayu Lasminingrat. Dia ini tokoh perempuan intelektual pertama di Indonesia. Masa ketokohannya jauh sebelum RA Kartini dan Dewi Sartika.
Lasminingrat dikenal sebagai pelopor pendidikan bagi kalangan perempuan khususnya perempuan Sunda. Dia merupakan anak dari Raden Haji Moehammad Moesa, seorang Sastrawan Sunda, Pengarang, Ulama, dan Tokoh Sunda pada abad 19.
Lasminingrat lahir tahun 1843, di Garut Jawa Barat. Walaupun dia anak seorang tokoh, bahkan bisa disebut bangsawan, Lasminingrat tidak di sekolahkan. Sebagai gantinya dia disekolahkan di rumah Kontroleur Levysan Norman, yang merupakan teman ayahnya.
Di sana dia belajar membaca, menulis dan Bahasa Belanda. Lasminingrat memiliki otak cerdas, kemauan keras dan cita-cita tinggi. Sehingga dengan cepat dapat menguasai semua pengetahuan yang diberikan kepadanya.
Saat itu Lasminigrat menjadi satu satunya pribumi yang fasih dalam Menulis dan Berbahasa Belanda. Dengan kemampuannya kemudian dia menerjemahankan buku Belanda dari Christoph Von Schmid menjadi karya berbahasa Sunda.
Selain buku itu ada banyak karya lainnya yang dia terjemahkan, kemudian dia sumbangkan untuk anak-anak sekolah. Pada 1907 Lasminingrat mendirikan sekolah keutamaan istri di ruang Gamelan Pendopo Kabupaten Garut.
Sekolah yang dirikan berkembang pesat, bahkan tahun 1913 Pemerintah Hindia Belanda memberikan pengesahan. Kemudian dia mendirikan beberapa cabang sekolah. Di sekolah itu siswi diajari memasak, merapikan pakaian, mencuci, menjahit pakaian dan semua urusan terkait kehidupan rumah tangga.
Lasminingrat wafat pada 10 April 1948 dalam usia 105 tahun. Semoga kisah hidup Lasminingrat menginspirasi kita semua untuk mengabdi bagi pendidikan di Indonesia. Terima kasih Google yang telah mengingatkan kami pada tokoh inspiratif ini!



