Apa yang terjadi di Kabupaten Pangandaran ini miris banget. Bayangkan, uang tabungan siswa SD di sana macet! Jumlahnya tak tanggung-tanggung, mencapai lima miliar rupiah.
Ternyata, uang tabungan itu dipinjam oleh para guru, sebagian dari mereka bahkan sudah pensiun. Uang tabungan yang macet itu ada di beberapa SD dari beberapa kecamatan, seperti Kecamatan Cijulang dan Parigi.
Peristiwa itu terjadi saat pandemi covid-2019, saat itu penggajian dilakukan melalui sistem digital. Karena gaji dikirim langung ke rekening masing-masing, maka nggak ada pemotongan hutang di sekolah lebih dulu. Nggak cuma macet di guru, uang tabungan itu juga macet di koperasi sekolah. Karena oleh koperasi sekolah, uang tabungan itu dipinjamkan pada anggotanya.
Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata telah menbentuk tim khusus untuk menyelesaikan kasus itu. Dari hasil pertemuan, tiga koperasi siap menjual asetnya untuk melunasi tabungan. Para orang tua murid berharap, tabungan anak mereka segera dilunasi.
Nining, salah satu orang tua murid SDN 2 Kedongjajar, ingin uang tabungan anaknya dibayar seluruhnya. Sekarang anak Nining udah kelas 2 SMP, tapi tabungan anaknya saat masih SD belum semuanya dikembaliin. Nominal tabungan anak Nining awalnya dulu Rp7.660.000, setelah dicicil, sekarang tinggal Rp3.817.000.
Sementara Asep Marpu, orang tua murid di SD Negeri 1 Cijulang, uang tabungan anaknya yang macet mencapai Rp100 juta. Asep berharap pihak terkait segera menyelesaikannya, sebab dia bingung harus menagih ke mana. Asep pernah datang ke sekolah untuk mengambil uang tabungan itu, tapi pihak sekolah nggak ada uang.
Semoga kasus seperti itu tidak terjadi di sekolah lain. Ayo, Jadi guru yang amanah!



