MBG Tetap Berjalan selama Libur Sekolah, Kenapa?

Published:

Badan Gizi Nasional (BGN), lembaga penanggungjawab program Makan Bergizi Gratis (MBG), diserang sebagian netizen. Penyebabnya, MBG tetap jalan selama masa libur sekolah. Itu artinya, MBG tetap didistribukan untuk 6 hari dalam seminggu. Kebijakan ini disampaikan Kepala BGN, Dadan Hindayana. Menurutnya, MBG tetap berjalan demi perbaikan gizi anak sekalipun sekolah diliburkan hingga awal Januari 2026. Sejumlah alternatif sudah disiapkan bagi siswa untuk mendapatkan MBG.

Pertama, siswa mengambil MBG ke sekolah. Karena itu, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), penyedia MBG, akan menginventarisasi jumlah anak yang akan mengambil MBG di sekolah. Kedua, siswa mengambil MBG langsung ke SPPG. BGN juga merespons keluhan orangtua jika harus mengambil MBG ke sekolah. BGN menyebut sedang menyiapkan opsi sistem delivery atau pengantaran menu MBG ke rumah masing-masing siswa. “Kita sedang rancang sistem delivery setelah 4 hari libur,” kata Dadan.

Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, sebut menu MBG selama libur disesuaikan menjadi bahan kering. Menu yang disiapkan terdiri dari buah, susu, roti, dan telur asin. “Prinsipnya kita memberi makan bergizi untuk perbaikan gizi, kata Nanik. “Meski libur, kita usahakan anak-anak tetap dapat asupan gizi,” lanjutnya.

Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati, bilang kebijakan ini merujuk pada Pedoman Tata Kelola Penyelenggaraan Program MBG Selama Libur Sekolah. Kebijakan ini ditetapkan melalui Keputusan Kepala BGN Nomor 52.1 Tahun 2025. Dalam pedoman itu dikatakan, BGN memastikan pelayanan bagi kelompok 3B (ibu hamil, ibu menyusui, dan anak usia balita) tidak mengalami jeda. Kelompok 3B sebagai penerima manfaat MBG membutuhkan asupan gizi rutin serta terukur. “Ini merupakan amanat pedoman resmi dan wujud komitmen negara menjaga gizi sejak dini,” katanya.

Kebijakan ini disambut negatif sebagian netizen. Komika Heri Horeh menyebut kebijakan ini sebagai lelucon. Dia bahkan mengatakan kebijakan itu bukan demi makanan bergizi, tapi demi kelancaran bisnis. “Apapun dilakukan untuk lahan basah,” katanya. Cibiran juga datang dari akun Instagram atas nama Rocky Gerung. “Sekolah memasuki liburan, MBG tetap jalan,” tulis postingan pada 22 Desember lalu itu. “Demi memaksakan program, atau demi menyerap anggaran yang penting cuan?” lanjutnya.

Kebijakan MBG tetap berjalan selama libur sekolah juga dikritik DPR. Anggota DPR RI dari fraksi NasDem, Irma Suryani, menilai kebijakan itu nggak akan efektif. Menurutnya, banyak anak yang nggak akan mau ke sekolah di masa libur cuma sekedar mau ambil makanan satu porsi. “Apalagi jika rumahnya jauh,” katanya. Meski begitu, Irma nggak mempermasalahkan MBG tetap jalan di libur sekolah, kalau BGN mampu.

Anggota DPR RI dari fraksi PDI Perjuangan, Charles Honoris, menyoroti laporan distribusi makanan kering selama libur sekolah. Menurutnya, makanan didominasi produk kemasan dan makanan ultra proses itu menjauh dari tujuan awal MBG yang berfokus pada perbaikan status gizi anak-anak. Dia juga mengungkap kekhawatiran MBG tetap dijalankan selama libur sekolah hanya untuk menghabiskan sisa anggaran. “Kegiatan publik seperti ini harus berorientasi pada manfaat nyata, bukan pada serapan belanja,” katanya. Charles menilai sisa anggaran MBG seharusnya dialihkan untuk menangani persoalan yang lebih mendesak, seperti korban banjir bandang di Sumatera. Karena itu, dia meminta pemerintah meninjau ulang kebijakan pelaksanaan MBG selama masa libur sekolah.

Niat pemerintah melalui BGN yang sangat memperhatikan gizi anak, meski dalam suasana libur sekolah tentu bisa dipahami. Pemerintah ingin memastikan pelayanan bagi kelompok 3B, terutama anak usia balita, tidak terganggu hanya karena libur sekolah. Anak usia balita adalah salah satu penerima manfaat MBG yang membutuhkan asupan gizi rutin dan terukur. Dan ini wujud komitmen negara menjaga gizi sejak dini.

Tapi kritik terhadap pelaksanaan MBG ketika masa libur sekolah juga harus didengar pemerintah. Jangan sampai program itu dipaksakan hanya untuk penyerapan anggaran belanja semata. Apalagi kalau kebijakan itu berdampak pada penurunan kualitas gizi yang menjadi asupan anak.

MBG adalah salah satu program utama Pemerintahan Prabowo-Gibran. Apalagi anggaran yang digelontorkan untuk MBG sangat besar, Rp 1 triliun per hari. Sudah seharusnya BGN melaksanakan MBG secara serius dan benar. Di sisi lain, publik terus memantau MBG dengan kritis dan proporsional. Yuk, awasi terus pelaksanaan MBG!

Artikel Terkait

Terbaru

spot_img