Mencengangkan! SMA Al-Azhar Study Tour Ke Eropa

Published:

Ini mencengangkan banget! SMA Al-Azhar International Islamic Boarding School (IIBS) ngadain study tour ke Eropa. Tak main-main, ada 5 negara yang mereka kunjungi, yakni Perancis, Belgia, Belanda, Jerman, sampai Swiss. Biayanya gedeee banget, sampai 60 juta per anak! Kabar study tour ke Eropa ini viral setelah salah seorang siswanya memposting aktivitas mereka saat study tour. Netizen pun kemudian mengulik-ngulik info lebih jauh study tour itu. Akhirnya diketahui, biayanya mencapai 60 juta per siswa.

Sontak saja, banyak netizen yang komentar miring dengan study tour itu. “Sekolah khusus orang kaya, kaum miskin mingkem, biarkan saja kesenjangan itu,” tulis seorang netizen. “Maklum sekolah orang kaya, kita gak usah ngiri ya guys,” tulis netizen lain. “Bilang aja pelesiran, pakai study segala,” tulis netizen lainnya lagi. “Katanya sekolah Islam, tapi gak islami,” tulis yang lain lagi.

Setelah ramai di media sosial, Humas Al-Azhar IIBS, Ahmad Zulfikar buka suara. Ahmad mencoba menjelaskan kalau study tour itu mempunyai tujuan untuk memperluas wawasan internasional. Tujuan lainnya, katanya untuk ningkatin toleransi dan memperkuat identitas keislaman di kancah global. “Sebagai sekolah Islam berasrama bertaraf internasional, Al Azhar IIBS terus berupaya memberikan pengalaman belajar yang tidak hanya unggul dalam aspek akademik,” ucapnya. “Tetapi juga membentuk karakter kepemimpinan dan spiritualitas peserta didik,” lanjutnya.

Dia pun menjelaskan kalau study tour ke luar negeri bukan yang pertama mereka lakukan. Ini sudah menjadi kegiatan rutin sekolah. Sebelumnya mereka ngadain study tour Madinah, Jepang, Prancis, bahkan Australia. Agenda-agenda itu katanya sudah disetujui oleh orang tua murid. Bahkan katanya orang tua antusias dengan studi ke luar negeri ini. “Sebelumnya kami ngajak orang tua murid buat umrah di bulan Ramadhan, plus jalan-jalan ke Jepang,” ucapnya.

Dari penjelasannya, gak ada sama sekali keinginan untuk mengevaluasi kegiatan mereka. Bahkan mencoba menjustifikasi, bahwa kegiatan mereka lumrah. Anehnya, Dinas Pendidikan Kabupaten Karanganyar Agam Bintoro tidak mempersoalkan kegiatan itu. Katanya, boleh saja kalau kegiatan seperti itu dilakukan, asalkan tidak ada paksaan dan sudah disetujui orang tua. Tanpa terlebih dahulu mereka melakukan pengecekan, apakah semua orang tua memang sudah setuju.

Sebenarnya sih lumrah saja, kalau orang mau pergi wisata ke luar negeri. Tapi jalan-jalan mengatasnamakan study tour sekolah, jelas itu persoalan. Apalagi biaya yang dikeluarkan sangatlah besar. Ini jelas pemborosan. Gak selayaknya, dari kecil anak-anak dibiasakan boros. Selain itu, belum tentu juga semua orang tua setuju dengan agenda itu. Bisa saja, dengan alasan tertentu, yang bukan saja biaya, sebenarnya mereka tidak setuju. Tapi karena takut anaknya menjadi minder, mereka ikut aja.

Al-Azhar juga sebagai sekolah Islam tidak bisa menjadi contoh sekolah lainnya. Sebagai sekolah Islam, seharusnya mereka lebih bersahaja, mengutamakan prestasi daripada foya-foya. Dalam hal prestasinya sendiri, kita gak pernah dengar prestasi mereka. Yukk kejar prestasi, bukan kejar kemewahan!

Artikel Terkait

Terbaru

spot_img