Jakarta, PIS – Miris banget nasib remaja perempuan 12 tahun di Banyumas ini. Udah jadi korban pemerkosaan, dia juga dikeluarin dari sekolahnya. Dini (bukan nama sebenarnya), sang korban, siswi kelas 1 SMP, diperkosa 8 orang sampe hamil!
Pelakunya adalah tetangganya sendiri yang sebagian udah lansia. Dini diketahui hamil setelah dites dengan alat kehamilan setelah sebelumnya dia telat menstruasi dua bulan. Orangtua Dini nggak terima dan langsung laporin kasus ini ke polisi.
Tapi, nggak lama mereka didatangi keluarga pelaku buat “minta damai”. Tentu saja orangtua Dini menolak mentah-mentah. Pihak sekolah juga datang ke rumah setelah mereka mengetahui kasus yang menimpa Dini.
Tapi bukannya memberikan jaminan kepada Dini untuk tetap bisa sekolah. Mereka malah ngabarin akan memutasi Dini ke sekolah lain. Orang tua Dini yang tak berdaya akhirnya menyetujui keputusan pihak sekolah.
Belakangan setelah kabar ini ramai, pihak sekolah mengubahnya. Mereka menggantinya dengan memfasilitasi Dini untuk sekolah kejar paket B. Nasib nahas juga dialami siswi kelas 6 SD di Binjai Sumatera Utara.
Dia diusir oleh warga setelah diketahui hamil akibat diperkosa. Nasib serupa juga menimpa seorang santriwati yang diperkosa guru pesantren di Garut. Dia dikeluarkan dari sekolah setelah ketahuan memiliki bayi.
Dinas Pendidikan harus bertindak cepat menangani kasus seperti ini. Jangan sampai anak yang sudah jadi korban, justru kembali menjadi korban ketidakadilan para pelaku pendidikan.
Harus ada penanganan yang lebih tepat terhadap kasus-kasus seperti ini. Agar masa depan mereka terselamatkan. Hukum para pelaku pemerkosa, selamatkan para korbannya!



